Kawal Pemulangan ABK, PLP Tanjung Priok Sediakan Kapal Patroli

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 10:54 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyediakan KN. Alugara untuk mengawasi dan memonitor proses repatriasi Anak Buah Kapal (ABK) MV. Amsterdam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ada 172 ABK Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari MV. Amsterdam.

"Kapal MV. Amsterdam sudah masuk di sekitar perairan Teluk Jakarta sejak 30 April lalu, namun saat itu belum dapat berlabuh di area Pelabuhan Tanjung Priok karena proses clearance belum selesai dan belum terbit permit dari Kementerian Perhubungan," ungkap Kepala PLP Kelas I Priok Pujo Kurnianto dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2020).

Pujo menambahkan,172 orang ABK MV. Amsterdam diturunkan di Dermaga JICT Tanjung Priok dengan menggunakan tender boat, setelah kapal tersebut mendapatkan izin.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko menjelaskan 172 orang ABK MV Amsterdam yang berhasil direpatriasi di Pelabuhan Tanjung Priok tersebut kemudian menjalani proses pemeriksaan sesuai protokol penanganan COVID-19, mulai dari dicek suhu tubuh hingga menjalani tes PCR atau swab.

Wisnu mengungkapkan, pemeriksaan ABK MV. Amsterdam menggunakan tes swab, bukan rapid test kit seperti pada proses pemulangan ABK sebelumnya karena dianggap dapat memberikan hasil yang lebih akurat, sehingga ABK yang hasil tesnya negatif setelah pemeriksaan swab sebanyak dua kali, dapat langsung dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

"ABK yang hasil tesnya positif langsung dievakuasi dengan mobil ambulans ke Wisma Atlet, sedangkan yang negatif dikarantina di hotel yang disediakan oleh pihak prinsipal. Mereka yang negatif kemudian akan dites ulang setelah 7-14 hari, jika masih negatif maka akan langsung dipulangkan ke tempat kampung halaman masing-masing," imbuh Capt. Wisnu.

Para ABK tersebut, kata Capt. Wisnu, nantinya akan diberikan surat jalan/surat keterangan yang menyatakan sehat atau negatif dari COVID-19 sehingga bisa pulang ke kampung halaman menggunakan bis yang telah disediakan untuk mengantar langsung sampai ke rumah.

Sebagai informasi, dalam rangka persiapan pemulangan ABK/PMI yang bekerja di kapal pesiar asing, Kementerian Perhubungan terus memperkuat koordinasi dengan Satgas Bersama Repatriasi ABK PMI sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Satgas tersebut terdiri dari beberapa instansi, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Kesehatan, Kantor Imigrasi Kemenkumham, Mabes TNI, POLRI, BNPB, BP2MI, BPBD dan pihak principal kapal pesiar. Setiap instansi telah memiliki tugas dan peranan masing-masing.

Dalam masa pandemi COVID-19, pemerintah telah memfasilitasi sembilan kapal pesiar asing untuk memulangkan ABK WNI yaitu kapal MV. World Dream, MV. Voyager of The Sea, MV. Azamara Journey, MV. Spectrum of the Sea, MV. Ovation of the Sea, MV. Artania, MV. Dream Explorer, MV. Carnival Splendor serta MV. Amsterdam. Menyusul 3 kapal pesiar lagi yang akan memulangkan ABK WNI dan sudah mendapatkan izin CAIT dan PKKA adalah kapal MV. Viking Orion, MV. Wind Spirit dan MV. Eurodam.

Simak juga video Kemlu: 14 ABK WNI di Kapal China Akan Dipulangkan 8 Mei 2020:

(akn/ega)