Round-Up

Seruan Terus Bercocok Tanam di Tengah Ancaman Krisis Pangan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 07:31 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Dunia tengah menghadapi pandemi virus Corona. Wabah ini diprediksi bisa menimbulkan masalah baru: krisis pangan. Seruan bercocok tanam di Indonesia pun mulai digaungkan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyampaikan peringatan ancaman krisis pangan itu kepada jajarannya. Jokowi mengacu kepada pernyataan FAO atau Organisasi Pangan dan Pertanian.

"Seperti pada rapat yang lalu sudah saya sampaikan bahwa FAO memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 ini dapat menyebabkan krisis pangan dunia. Ini hati-hati," kata Jokowi dalam siaran Sekretariat Presiden, Selasa (21/4/2020).

Jokowi menyebut negara penghasil beras bakal mementingkan kepentingan sendiri di saat pandemi. Jokowi ingin Indonesia memperhatikan betul stok pangan.

Selain itu, Jokowi menyebut rantai pasok pangan bakal terganggu selama pandemi Corona. Sekali lagi, Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk mengecek ketersediaan pangan.

"Dan rantai pasok bahan pangan akan terganggu karena kebijakan lockdown. Jadi kebijakan lockdown juga mempengaruhi rantai pasok bahan pangan ini," sebut Jokowi.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga mengingatkan potensi krisis pangan itu. BPIP mulai mengimbau warga menanam tanaman pangan.

"Sampai saat ini dunia belum menemukan vaksin virus Corona dalam situasi ketidakpastian global akan memengaruhi kehidupan ekonomi dunia, maka perlu antisipasi untuk mengatasi krisis ekonomi termasuk krisis pangan," kata Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo dalam keterangan pers tertulis, Minggu (26/4).

Lagi #DiRumahAja, Cobain Berkebun Sayur di Lahan Sempit:

Selanjutnya
Halaman
1 2