ADVERTISEMENT

Round-Up

Instruksi Terbaru Jokowi di Musrenbangnas: Satu Visi Lawan Corona-Penanganan TBC

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 21:48 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Setpres)

TBC RI Peringkat 3 Dunia, Perlu Penanganan Khusus

Jokowi kembali mengingatkan bahwa Indonesia juga memiliki persoalan mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC). Indonesia saat ini merupakan negara peringkat ke-3 dunia untuk penderita TBC.

Merujuk pada Global Tuberculosis Report WHO 2019, Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan China. Pada tahun 2018, diperkirakan ada 845.000 orang jatuh sakit dan 93.000 jiwa meninggal akibat TBC.

"Coba kita lihat misalnya TBC, Indonesia merupakan negara nomor 3 yang masih memiliki penyakit menular ini. Tiga besar dunia yang memiliki penderita TBC adalah India, China, dan Indonesia," kata Jokowi.


Jokowi mengatakan, TBC juga perlu penanganan khusus, selain mengatasi wabah virus Corona (COVID-19). Jokowi menanyakan bagaimana kesiapan RS dengan segala fasilitasnya.

"Negara kita juga mempunyai berbagai persoalan di sektor kesehatan. Kita punya beberapa penyakit berbahaya menular yang perlu penanganan khusus seperti TBC. Bagaimana ketersediaan RS kita, fasilitasnya, tempat tidurnya, cukup atau tidak?" ujar Jokowi.

Jokowi sebelumnya mencanangkan Indonesia bebas TBC tahun 2030. Jokowi memandang bahwa aspek pencegahan melalui lingkungan yang baik dan kesadaran masyarakat yang tinggi merupakan aspek yang sangat penting dan perlu diutamakan. Presiden mengingatkan bahwa Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat.

"Saya ingin mendukung keras kegiatan ini, kegiatan bersama menuju eliminasi TBC di 2030. Karena percuma kalau masyarakat kita enggak sehat, merembetnya bisa ke mana-mana. Bisa ke pendidikan, bisa ke keberlanjutan dalam nanti bekerja, ke mana-mana," ujar Jokowi saat membuka Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT