Cerita Pasien Sembuh Corona: Gegara Hoax Saya Drop Lagi Selama Seminggu

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 12:02 WIB
Corona virus: vial with pipette in laboratory
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford)
Jakarta -

Salah seorang pasien yang sembuh dari COVID-19 membagikan pengalamannya selama menjalani perawatan. Dia mengatakan konsultasi psikologis sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas diri.

Sita Tyasutami, penyintas kasus pertama COVID-19 di Indonesia, awalnya menceritakan perjalanan kasus COVID-19 yang diidapnya. Dia mengaku ada tekanan batin saat mengetahui bahwa dirinya menjadi kasus pertama di Indonesia.

"Saya ingin berbagi cerita pengalaman saya di saat saya dan ibu saya sakit dan kami ke rumah sakit dan inisiatif memeriksa COVID-19 sampai akhirnya dipindah ke RSPI Sulianti Saroso dan kami dikonfirmasi positif sebagai kasus pertama yang terkonfirmasi positif oleh pemerintah Indonesia," ujar Sita saat menghadiri peluncuran layanan psikolog Untuk Sehat Jiwa (Sejiwa) di Kantor Staf Presiden, seperti yang disiarkan akun YouTube KSP, Rabu (29/4/2020).

"Saat itu kami sekeluarga, terutama saya, merasakan tekanan karena pertama rasa syok dan takut sebagai pasien dan kemudian ada tekanan ekstern tekanan dari media dan rakyat Indonesia," imbuhnya.

Menurut Sita, menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat mengakibatkan imunitasnya menurun. Saat rasa sakit mulai hilang, tekanan psikologis membuat kondisinya kembali drop.

"Jadi saat itu dengan segala yang memutarbalikkan semua fakta yang sebenarnya saya mengalami tekanan batin yang luar biasa, sampai-sampai gejala saya tersisa hanya batuk kering saja. Di saat semua foto saya dan identitas saya terkuak itu dan akhirnya fisik saya drop lagi karena tekanan batin tersebut melemahkan imun saya dan semua gejala sudah hilang akhirnya kembali lagi selama seminggu," jelasnya.