Pandemi Corona, 'Manusia Karung' Mulai Terlihat di Trotoar Jalan Palembang

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 18:45 WIB
Manuasia Karung Mulai Terlihat di Trotoar Palembang.
'Manusia Karung' Mulai Terlihat di Trotoar Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang -

Pemandangan tak biasa kini terlihat di tengah pandemi Corona di Kota Palembang, Sumatera Selatan. 'Manusia Karung' mulai terlihat di trotoar-trotoar jalanan Palembang.

Pantauan detikcom beberapa hari terakhir, terlihat di jalan-jalan protokol masyarakat memberi sumbangan. Ada pula yang turun ke jalan berharap belas kasih bermodalkan karung atau bisa disebut Manusia Karung.

"Biasanya ada istilah manusia gerobak ya, tetapi sekarang bisa dilihat istilahnya ada manusia karung. Mereka ke jalanan bawa karung berharap bantuan," kata salah satu warga, Hermanto, Selasa (28/4/2020).

Tak hanya satu atau dua orang yang terlihat di trotoar jalan. Bahkan hampir di setiap jarak 30-50 meter sudah ada yang menunggu dengan modal karung bekas.

"Mereka ini belum lama, ya sekitar 2 atau 3 minggu terakhir. Ini tidak ada sebelumnya, beda sama yang pakai gerobak," imbuhnya.

Adapun titik yang jadi tempat nongkrong adalah di Jalan Basuki Rahmat, Jenderal Sudirman, Angkatan 45, Ahmad Rivai, dan Jalan Demang Lebar Daun. Seorang warga, Muslianah. mengaku turut turun ke jalan karena ekonomi sulit. Wanita berusia 44 tahun ini pun terpaksa ke jalan dengan harapan ada dermawan memberi bantuan.

"Sejak Corona kemarin banyak orang bagi-bagi sembako dan bantuan. Jadi ini saya ikut juga," katanya.

Tidak sendirian, Lia mengaku setiap hari selalu ditemani oleh putrinya yang masih belia. Mereka mondar-mandir membawa karung berharap belas kasih pengendara yang lewat.

"Bawa karung ini saja, jalan ke sana nanti balik lagi. Yang lain juga begitu sama kan ikut bawa karung juga," katanya.

Saat disinggung pekerjaan sehari-harinya, ia mengaku sebagai pedagang. Di tengah wabah Corona, dagangannya sudah mulai sepi dan tidak ada pembeli.

"Biasa jual makanan dekat rumah, tapi ini udah sepi. Susah semua orang," tutup Lia.

(ras/idn)