Kasus Ravio Patra, Aduan Info ke Polda Metro Berasal dari Kapolres Tapanuli Utara

ADVERTISEMENT

Kasus Ravio Patra, Aduan Info ke Polda Metro Berasal dari Kapolres Tapanuli Utara

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 11:38 WIB
Ravio Patra
Ravio Patra (Foto: Safenet)
Medan -

Aktivis Ravio Patra sempat diamankan karena diduga mengirim pesan bernada provokasi. Informasi soal keberadaan pesan dari nomor Ravio itu disampaikan ke Polda Metro Jaya, salah satunya, oleh Kapolres Tapanuli Utara (Taput) AKBP Horas Marisi Silaen.

Horas mengatakan dirinya mengetahui pesan bernada provokasi itu dari Bupati Taput Nikson Nababan. Menurutnya, Nikson mendapat pesan dari nomor yang belakangan diketahui terdaftar atas nama Ravio Patra.

"Iya, saya dapat kiriman pertama dari Bupati. Saya cek, setelah saya cek, saya kan nggak tahu Ravio Patra itu siapa, nah setelah saya cek terus karena Bupati merasa resah dan saya cek ini berita dari mana, apakah orang Taput karena di daerah saya, nah pas dicek namanya ini saya bilang Bupati, saya nggak kenal," kata Horas, Selasa (28/4/2020).

Horas mengatakan dirinya tak mengenal Ravio Patra. Dia mengatakan dirinya juga sempat mendapat pesan yang disebut bernada provokasi itu usai mengecek nomor Ravio.

"Waktu itu saya WA, saya terkirim juga tapi nggak lama dihapus. Cuma yang Pak Bupati nggak, waktu dikirim ke saya sebentar langsung terhapus gitu. (Apakah nomor itu yang hapus pesan tersebut?) Iya. Sudah saya sampaikan ke Kasubdit Kamneg (Kasubdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasih) semua detailnya. Saya sudah sampaikan detik per detik, mulai dari laporan Pak Bupati saya cek, saya konfirmasi saya dapat kiriman dihapus. Gitu saja," ucapnya.

Horas mengatakan dirinya diberi tahu soal keberadaan pesan itu oleh Nikson pada 22 April 2020. Menurutnya, Nikson juga tak mengenal Ravio Patra.

"Saya, jam 13.21 dikirim Pak Bupati, Pak Bupati Taput dikirimin itu ke WA dia. Maka saya tanya Bupati dapat dari mana? 'Nggak tau lek,' katanya. 'Saya dapat dikirim ke handphone saya tolonglah ini nanti meresahkan.' Saya cek dululah, karena nomornya yang dikirim ke dia nggak ada nama. Nggak kenal, gitu. Saya kan di handphone saya ada kalau orang nggak kenal itu pun kelihatan namanya kalau terdaftar, aplikasi itu kan gampang. Jadi waktu saya cek pakai aplikasi itu saya lihat Ravio Patra. Saya bilang ke Bupati ini Ravio Patra namanya, saya nggak kenal," tuturnya.

Horas pun menyerahkan proses hukum tersebut ke pihak Polda Metro Jaya. Dia memastikan polisi profesional dalam menyelidiki sebuah laporan. Horas juga menyatakan dirinya tidak pernah membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait keberadaan pesan tersebut melainkan sebatas menyampaikan informasi soal pesan tersebut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT