Round-Up

Maju Mundur Keyakinan Corona Bisa Dikalahkan Sinar Sang Surya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2020 09:24 WIB
Halo Matahari di Bandung
Foto: Ilustrasi sinar matahari (Yudha Maulana)
Jakarta -

Virus Corona (COVID-19) kembali disebut tak tahan dengan panasnya sinar matahari. Sebelumnya, keyakinan ini dianggap masih lemah karena belum diuji. Namun, pendapat ini diungkit kembali lewat riset terbaru.

Jika dirunut mundur ke belakang, topik soal Corona vs panas sinar matahari ini sempat diungkit oleh beberapa pejabat RI.

Misalnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berbicara tentang hal ini dalam rapat koordinasi yang disiarkan lewat akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (2/4). Luhut mengatakan virus Corona tidak akan tahan panas dan lembap.

"Dari hasil modelling kita yang ada, cuaca Indonesia, ekuator ini yang panas dan juga humidity (kelembapan) tinggi itu untuk COVID-19 ini nggak kuat," ujar Luhut.

Terlepas dari pernyataan Luhut, panas dan lembap adalah karakter iklim tropis di Indonesia. Adapun di belahan bumi utara atau selatan yang jauh dari khatulistiwa, iklimnya adalah subtropis, punya empat musim, mengalami fase dingin dan kering.

Negara subtropis yang dilanda COVID-19 antara lain Jepang, Korea Selatan, China, Iran, Italia, hingga Amerika Serikat. Negara tropis yang dilanda COVID-19 antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Brasil dan Ekuador.

Selain itu, pada Rabu (17/3), Mendagri Tito Karnavian juga berbicara mengenai tema virus Corona versus panas sinar matahari. Dia mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi pandemi ini. Penularan COVID-19 bisa dicegah, antara lain dengan sinar ultraviolet dari sinar matahari.

"Ini bisa diatasi dengan mencegah penularan dan memperkuat daya tahan tubuh, dengan olahraga, terpapar sinar ultraviolet juga bagus, sinar matahari. Kemudian memperkuat daya tahan tubuh dengan makan makanan yang sehat, cuci tangan, memakai hand sanitizer," tutur Tito dalam jumpa pers seusai rapat dengan Gubernur Anies Baswedan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kala itu.

Jokowi: Sinar Matahari Mempengaruhi Kematian Virus Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3