Round-Up

Tentang Zona Merah Dilarang Mudik di Tengah Pandemik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2020 08:31 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi pandemi Corona di Indonesia (Edi Wahyono-detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan kegiatan mudik di Bulan Ramadhan 1441 Hijriah dilarang agar penularan virus Corona (COVID-19) tak meluas. Namun ternyata, larangan itu hanya berlaku untuk warga yang hendak mudik dari dan ke daerah yang sudah berstatus zona merah serta daerah yang sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kini informasi mengenai zona merah menjadi penentu apakah warga bisa atau tidak mudik. Namun sayangnya, belum ada data kolektif yang diberikan pemerintah pusat tentang mana-mana saja daerah yang sudah berstatus zona merah. Pun demikian dengan data PSBB, namun pemberitaan terkait PSBB lebih jelas sehingga lebih memudahkan masyarakat dalam mencari informasinya.

"Yang menentukan zona merah adalah dinas kesehatan kabupaten/kota yang dikompilasi dinas kesehatan provinsi," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto atau yang akrab disapa Yuri.

Hal itu disampaikan dia saat dimintai keterangan terkait data kolektif zona merah oleh detikcom, Jumat (24/4/2020). Dia menjelaskan penentuan suatu kawasan berstatus zona merah atau tidak, didasari kajian epidemiologi (ilmu tentang penyebaran penyakit menular) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang dikompilasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi masing-masing.

Status zona merah ditentukan dari kadar penularan virus Corona di daerah tersebut. Apabila penularan COVID-19 didominasi oleh penularan lokal, kawasan tersebut berpotensi menjadi zona merah.

"Pertambahan kasus progresif, sebaran makin luas, penularan lokal mendominasi," jelas Yuri.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad YuriantoJuru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto Foto: dok. BNPB

Apa Alasan Jokowi Hingga Baru Memutuskan Pelarangan Mudik?: