Pemudik yang Masih Nekat Diminta Putar Balik, Sanksi Berlaku 8 Mei

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 24 Apr 2020 08:36 WIB
Petugas memeriksa pemudik di Purworejo, Selasa (7/4/2020).
Foto ilustrasi: Petugas memeriksa pemudik di Purworejo, Selasa (7/4/2020). (Dok Dishub Purworejo)
Jakarta -

Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) soal larangan mudik di tahun 2020 ini telah terbit. Pemudik yang masih nekat akan diberi pendekatan persuasif hingga 7 Mei 2020, baru setelahnya diberikan sanksi.

Pasal 2 Permenhub 25/2020 menyatakan bahwa larangan sementara penggunaan sarana transportasi darat berlaku untuk sarana transportasi dengan tujuan keluar dan/atau masuk wilayah:

a. pembatasan sosial berskala besar;
b. zona merah penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19); dan
c. aglomerasi yang telah ditetapkan sebagai wilayah pembatasan sosial berskala besar.

Larangan ini berlaku mulai 24 April 2020 atau hari ini. Terkait transportasi darat, Kementerian Perhubungan membuat check point di sejumlah titik untuk menghalau pemudik.

Hingga 7 Mei 2020, pemudik yang masih nekat hanya diberi tindakan persuasif yaitu diminta putar balik. Mulai tanggal 8 Mei 2020, pemudik akan diberi sanksi.

Hal itu diatur di pasal 6 Permenhub 25/2020. Berikut isinya:

Siap-siap, Ada Sanksi Bagi yang Masih Nekat Mudik!: