Round-Up

Babysitter Rekayasa Penculikan Siksa Diri Dalam Tahanan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 07:58 WIB
Polisi ungkap kasus rekayasa penyekapan babysitter di Palembang (Raja Adil-detikcom)
Foto: Polisi ungkap kasus rekayasa penyekapan babysitter di Palembang (Raja Adil-detikcom)
Palembang -

Babysitter Romiati Wulan (25) tersangka perekayasa kasus penculikan untuk tebusan Rp 200 juta ditangguhkan penahanannya. Pasalnya, dia kini depresi dan sempat menyiksa dirinya di tahanan.

Sebagaimana diketahui, polisi menetapkan Wulan sebagai tersangka usai merekayasa kasus penculikan dan penyekapan dirinya pada Selasa (14/4). Menurut polisi, Wulan melakukan aksi itu lantaran motif ekonomi.

"Motifnya karena ekonomi. Tak ada kalau nunggak gaji karena majikannya itu orang punya dan tidak ada keterangan itu," kata Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan pekan lalu.

Dia mengatakan ada beberapa orang yang dimintai uang oleh Wulan, antara lain, pacarnya, majikannnya, dan penyalur jasa babysitter.

"Pacarnya diminta Rp 50 juta, majikannya diminta Rp 50 juta, dan jasa penyalur juga diminta Rp 100 juta. Totalnya Rp 200 juta," kata Hisar.

Wulan pun akhirnya harus mendekam di tahanan. Namun, penahanan ini kemudian ditangguhkan. Soalnya, perempuan berusia 25 tahun itu sempat menyiksa dirinya sendiri dalam tahanan.

"Tersangka saat ini menjadi tahanan Kota. Ini kita lakukan karena tindakan selama di sel tahanan beresiko tinggi," ujar Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi kepada detikcom, Senin (20/4/2020).

Tonton video Viral Pemotor Diduga Culik dan Lecehkan Bocah di Yogyakarta:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2