Penumpang Transportasi Umum Masih Menumpuk saat PSBB, Ini Kata Kemenhub

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 06:38 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi di Salatiga, Minggu (26/5/2019).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi (Foto: Aji Kusuma Admaja/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan pihaknya saat ini belum bisa membatasi bahkan menghentikan transportasi umum selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu dikarenakan jumlah penumpang yang masih banyak, terutama pegawai kantoran yang masih bekerja.

"Kalau kita akan membatasi artinya demand jangan banyak, penumpangnya kan masih banyak sekarang ini. Kenapa masih banyak, karena di hilirnya itu kantor-kantor masih buka," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi, saat dihubungi, Senin (20/4/2020) malam.

Budi mengatakan pergerakan akan selalu terjadi jika masih ada perusahaan yang beroperasi. Hal itu lah menurutnya yang menjadi penyebab masih banyaknya penumpang dan harus dilayani. Jika tidak maka akan terjadi penumpukan.

"Kalau sepanjang kantor dan pabrik masih sebagian buka, kan orang tetap ada pergerakan saja kan, nanti kalau misalnya pergerakan itu numpuk disimpul-simpul katakan di stasiun, tapi kalau nggak diangkut gimana," ujarnya.

"Jadi sebetulnya harusnya mungkin yang pernah disampaikan Pak Anies di kantor itu ditegakkan aturan dulu, misalnya yang masih buka ya ditutup biar pegawainya nggak masuk, kalau pegawainya nggak masuk kan artinya tidak ada demand untuk angkutan umum kan. Jadi di hilirnya dulu ditutup dulu, sejauh ini yang kerja dari rumah itu baru yang pegawai negeri saja, tapi perusahaan swasta, toko itu masih jalan terus," lanjut Budi.