Cegah COVID-19, Dinkes Telah Lakukan 1.225 Rapid Test di Sumedang

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 20:11 WIB
Pemkab sumedang
Foto: Pemkab sumedang
Jakarta -

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melaporkan jumlah pasien positif COVID-19 masih berjumlah 2 orang. Keduanya telah melakukan tes SWAB dan dinyatakan positif. Sementara itu, terdapat 17 orang diduga positif COVID-19 setelah melakukan Rapid Test. Adapun 6 orang melakukan pemeriksaan Rapid Test di lingkungan PT. Kahatex, 4 orang dari IPDN dan 7 orang dari RSUD. Untuk jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan), 37 orang dinyatakan PDP dimana 16 diantaranya telah dipulangkan atau dinyatakan sembuh.

"Dinas Kesehatan telah selesai melakukan Rapid Test sebanyak 1.225 orang, dan selesai melakukan Rapid Tes ulang sebanyak 58 orang. Dari hasil tersebut, 17 orang yang dinyatakan terduga COVID-19 akan dilakukan pemeriksaan dengan tes SWAB untuk memastikan positif atau tidaknya," jelas Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumedang dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2020).

Jumlah kasus ODP (Orang Dalam Pengawasan) di Kabupaten Sumedang angkanya mencapai 694 orang, dan 481 orang di antaranya telah selesai menjalani masa pemantauan. Adapun jumlah ODR (Orang Dalam Risiko ) mencapai 15.583 orang, dan OTG (Orang Tanpa Gejala ) sebanyak 67 orang.

Dibandingkan hasil kemarin, berdasarkan data hingga pukul 15.00 WIB jumlah ODR kembali mengalami penurunan yaitu sebanyak 80 orang. Data ini dikoordinasikan oleh aparatur wilayah yaitu Camat dan Kepala Desa/Lurah. Penurunan jumlah ODR ini terjadi di Kecamatan Jatinunggal, Ujungjaya, Cisarua, Situraja dan Paseh.

Sedangkan, di Kecamatan Cimanggung, Buahdua, dan Sumedang Utara jumlah ODR mengalami kenaikan. Untuk mencegah penyebaran virus, saat ini warga masyarakat pemudik diimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan dan sesak napas, diminta segera menghubungi 119 atau kontak Puskesmas terdekat.

Di tengah pandemi COVID-19, masih ditemukan banyaknya disinformasi bahkan hoax yang beredar terutama di berbagai platform digital termasuk media sosial. Berdasarkan data siber drone Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, sampai dengan saat ini sudah beredar sebanyak lebih dari 474 isu hoax secara kumulatif di masyarakat, dan masih terdapat setidaknya 766 sebaran hoax yang masih beredar di berbagai platform digital

Menyikapi hal itu, Pemkab Sumedang mengimbau masyarakat Kabupaten Sumedang agar lebih bijak menggunakan media sosialnya. Jangan sampai ada warga Sumedang yang mudah mengonsumsi informasi dari sumber yang tidak jelas, apalagi jika sampai memproduksi hoax sebab tentu akan berdampak hukum bagi yang bersangkutan.

Sebagaimana diketahui, pembuat dan penyebar hoax dapat dikenakan sanksi pidana dan sanksi denda, sesuai dengan Undang-undang ITE khususnya yang terdapat pada pasal 27 dan pasal 28 Undang-undang di maksud.

(mul/ega)