Round-Up

Horor Rencana Teror Penusuk Wiranto Bersama 'Jack Sparrow'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 09:41 WIB
Berikut video detik-detik Menko Polhukam Wiranto ditusuk oleh SA alias Abu Rara. Dalam video ini terlihat jelas Abu Rara menusuk Wiranto sebanyak 2 kali.
Foto: Abu Rara saat menusuk mantan Menko Polhukam Wiranto (20Detik)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) menggelar sidang dakwaan terhadap narapidana kasus terorisme, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, yang melakukan penusukan kepada mantan Menko Polhukam Wiranto. Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), terungkap rencana aksi teror Abu Rara bersama seorang rekannya Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow, mulai dari menyerang pekerja asing hingga merampok toko emas.

"Terdakwa bersama-sama saksi Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow melakukan pemufakatan jahat, persiapan, percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana teror, atau rasa takut terhadap orang secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional," ujar jaksa Herry Wiyanto saat membacakan dakwaan di PN Jakarta Barat, Kamis (9/4/2020).

Jaksa menyebut keduanya berkenalan di grup WhatsApp Pengusung Tauhid dan Islamic State. Jaksa mengatakan keduanya saling kenal saat April 2019, di mana mereka bekerja sama membuat bom rakitan.

Setelah rencana pembuatan bom rakitan itu diamini. Keduanya kemudian langsung bergegas melakukan survei tempat lokasi di daerah Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang.

Setelah bahan-bahan bom jadi, Abu Rara dan Jack Sparrow kemudian berencana untuk melakukan aksi teror. Rencana itu adalah inisiatif Abu Rara.

"Terdakwa mengajak Samsudin alias Ending alias Jack Separrow untuk melakukan amaliyah dengan mengatakan 'kita harus melakukan amaliyah'. Saksi Samsudin berkata 'kalau mau amaliyah ada target yaitu pekerja asing PT Semen Merah Putih di Kecamatan Baya'," ungkap jaksa Herry.

Herry mengatakan Abu Rara saat itu setuju dengan target pekerja asing itu. Setelah menyusun strategi dan rampung, satu minggu kemudian, Samsudin, kata jaksa berubah pikiran, dan merubah target operasi yang semulanya pekerja asing menjadi toko emas.

"Saksi Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow dan terdakwa juga merencanakan aksi fai di kontrakan terdakwa. Terdakwa berkata ke saksi Samsudin 'kita ini harus cari harta fai lalu saksi Samsudin berkata 'kalau mau fai ada, target di toko emas Kecamatan Labuan'," kata jaksa.

Jaksa juga mengungkapkan keduanya melakukan baiat mandiri pada 2019. Keduanya berjanji setia kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi.

Catatan detikcom, Jack Sparrow ditangkap oleh tim Densus 88 Antiteror pada Jumat, 11 Oktober 2019. Berdasarkan data yang dirilis Polri, Jack Sparrow adalah anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang memiliki kemampuan membuat bom dan merencanakan aksi teror di Papua. Dia ditangkap di Sulawesi Utara.

Akibat perbuatan itu, jaksa menilai Abu Rara dan Samsudin dinilai melanggar Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Perbuatan terdakwa bersama saksi Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow dapat menimbulkan suasana teror dan rasa takut masyarakat secara meluas, serta merupakan suatu bentuk ancaman yang nyata, khususnya bagi Pemerintah beserta jajaran aparatnya (thogut dan anshor) dan orang-orang asing tersebut termasuk golongan kafir yang harus diperangi sebagaimana pemahaman terdakwa dan saksi Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow," pungkas Jaksa Herry.

Polri: Penusuk Wiranto Berniat Ingin Ditembak Mati:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3