Bawaslu: 20.665 Daftar Jadi Peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif Daring

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 19:23 WIB
Logo Bawaslu, gedung Bawaslu, ilustrasi gedung Bawaslu
Gedung Bawaslu RI (Zunita Putri/detikcom)
Jakarta -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) resmi membuka Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring. Hal ini sebagai salah satu upaya melakukan physical distancing di tengah wabah virus Corona (COVID-19). Hingga saat ini sudah ada 20.664 peserta yang mendaftar di SKPP daring.

"Sekolah kader ini menjadi program RPJMN Bawaslu yang sudah dilaksanakan beberapa kali. Saat ini yang sifatnya daring. Hikmah dari COVID-19 ini adalah peserta yang paling banyak ada 22.600 lebih. Saya kira patut apresiasi atas semua kerja bersama di Bawaslu pusat dan di daerah," kata Ketua Bawaslu Abhan dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Bawaslu RI, Kamis (9/4/2020).

Abhan mengatakan SKPP Daring merupakan sarana pendidikan pemilu dan pilkada serta pengawasannya. Diharapkan SKPP daring akan meningkatkan pengawasan partisipatif pemilu dan pilkada bagi masyarakat. Bawaslu berupaya menyediakan fasilitas bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan melakukan pengawasan partisipatif.

"Tujuan dalam jangka pendek adalah terbentuknya pengawas partisipatif dan tujuan jangka panjang adalah bagaimana mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi, khususnya di pilkada yang akan kami laksanakan," ujar Abhan.

Abhan berharap para alumni SKPP daring itu akan membantu Bawaslu dalam melakukan pengawasan partisipatif dan pemantauan pada pilkada, yang belum diketahui apakah diselenggarakan pada 2020 atau 2021. Abhan menambahkan para alumni sekolah ini nantinya juga dapat bergabung dengan lembaga pemantau di daerahnya.

"Harapan kami para alumni kader SKPP Daring ini bisa menjadi pion di daerahnya atau bisa bergabung di lembaga pemantau atau bisa mendirikan lembaga pemantau di daerah. Karena pilkada ada di daerah maka dibutuhkan banyak partisipasi masyarakat. Kalau mau tidak menjadi formal sebagai lembaga pemantau bisa juga sebagai pengawas partisipatif yang sama-sama akan membawa manfaat bagi kita semua," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3