Pemprov Sulsel Gunakan Dana APBN-APBD untuk Jaring Pengaman Sosial

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 14:23 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (Dok. Istimewa)
Foto: Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (Dok. Istimewa)
Makassar -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggunakan dana dari APBN, APBD provinsi, dan APBD kabupaten/kota untuk menjalankan program jaring pengaman sosial di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan pihaknya bersama DPRD sudah menyepakati dana refocusing anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk percepatan penanganan virus Corona di Sulsel.

"Ibu ketua DPRD (Andi Ina Kartika) sudah memberikan kepastian bahwa beliau setuju untuk memanfaatkan refocusing (anggaran) dan relokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar. Tapi itu sebuah prediksi, mudah-mudahan kita tidak habiskan semua," kata Nurdin di Makassar, Kamis (9/4/2020).

Nurdin meminta agar dana refocusing anggaran tersebut jangan dibuat rumit untuk percepatan penanganan virus Corona. Hal ini sesuai yang dikonsultasikan dengan pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel.

"Bapak Kajati tadi sudah memastikan bahwa ini jangan dibuat menjadi rumit karena ini adalah darurat, sehingga semuanya kita buat lebih simpel tapi terukur. Dan pesan beliau jangan kita memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan keuntungan," ujarnya.

Dana sebesar Rp 500 miliar tersebut akan digunakan salah satunya untuk menjalankan program jaring pengaman sosial bagi warga yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemi Corona.

"Jaring pengaman sosial ini kan ada yang ditangani oleh APBN, ada yang ditangani oleh APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, ini tidak akan tumpang tindih, terutama itu tadi, pekerja infomal," jelasnya.

Ditemui terpisah, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengatakan pihaknya saat ini tengah mendata siapa saja yang akan menerima bantuan dari program jaring pengaman sosial.

"Dinas Sosial lagi hitung berapa sembako dan nanti akan kita bagi. Kita tidak mau begini, ada 1 lokasi yang berulang-berulang dikasih, terus ada yang tidak. Jadi memang kenapa kami agak telat membaginya," kata Iqbal.

Jokowi Minta Dana Desa Diserap Untuk Bansos-Padat Karya Tunai:

(nvl/idn)