Round-Up

Kisah Menggugah Para Penyintas Virus Corona

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 08:50 WIB
Poster
Ilustrasi, Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kabar baik angka kesembuhan pasien positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia dan dunia terus meningkat setiap harinya. Para pasien yang sembuh ini mempunyai kisah pengalaman selama menderita virus ini dan kemudian mereka bangkit. Bagaimana kisah optimisme mereka?

Setidaknya hal itu terjawab dari pengalaman yang dibagikan Simon Nainggolan, mantan penderita virus Corona. Dalam tulisan yang ia bagikan, dia bercerita soal pertama kali mengalami gejala Corona, isolasi mandiri, hingga akhirnya sembuh.

"Tulisan itu saran agar orang menganggap ini serius. Cerita memilukan pada saya bisa terjadi pada siapa saja. Maksud saya adalah agar masyarakat mematuhi pemerintah. Nggak usah ribut, berpolemik," ujar Simon saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Simon awalnya bercerita ibu mertuanya mengalami demam dan sesak napas pada 14 Maret. Dia kemudian membawa ibu mertuanya ke RSU Bunda pada 18 Maret untuk dirawat. Menurut dokter, dia harus diisolasi.

Pada 20 Maret, Simon mulai merasakan demam. Demam yang ia rasakan tak kunjung turun dan pada 23 Maret dia memutuskan memeriksakan diri ke RSU Bunda. Dokter menyebut Simon suspect Corona dan belum dinyatakan positif.

"Hari itu saya dan istri dites swab dan juga foto rontgen paru-paru. Pada hari berikutnya dokter paru-paru melihat hasil foto paru-paru saya dan suspect saya terkena COVID-19, karena ada bercak-bercak di paru-paru kanan saya. Saya diminta mengisolasi diri. Saya kemudian memilih untuk self-isolated di rumah karena kebetulan ada kamar kosong di lantai 2," kisahnya.

Sejak saat itu, Simon mulai mengurung diri. Tak berinteraksi dengan siapa pun. Makanan pun diantarkan hanya sampai depan pintu. Dia pun mencuci alat-alat makan sendiri. Obat-obatan yang diresepkan rutin ia minum.

Warga Jakarta ini juga mengaku rajin minum vitamin C, D, dan E. Dia juga minum jus buah.

"Tentunya obat parasetamol karena demam saya terus-menerus tidak turun-turun. Untungnya saya tidak sesak napas," ujar Simon.

Alat Tes PCR dari Swiss Tiba, Mampu Uji 10 Ribu Spesimen/Hari:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4