Round-Up

Suara Kepala Daerah Sekitar Jakarta soal PSBB, Akankah Ikuti Jejak Ibu Kota?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 05:59 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) resmi berlaku di Jakarta. Kepala daerah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi angkat bicara.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyetujui usul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk status PSBB. Mulai Selasa 7 April 2020, Jakarta sudah berstatus PSBB.

"Iya, sudah ditandatangani malam tadi," ucap Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan Busroni saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

DKI Jakarta sudah bisa melakukan tindakan-tindakan yang disebut sebagai PSBB. Namun kebijakan tersebut hanya untuk wilayah DKI Jakarta.

Namun, menurut Busroni, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dianggap sebagai satu kesatuan berkaitan dengan penanganan penyebaran virus Corona bisa mengajukan usulan PSBB meski pemerintah di tingkat provinsi tidak mengajukan status PSBB. "Ya boleh kepala pemerintahan level gubernur, wali kota, bupati, boleh mengajukan," kata Busroni.

Menanggapi hal itu, gubernur dan wali kota di Bodetabek urun suara. Berikut suara kepala daerah di Bodetabek dan sekitar Jakarta soal PSBB:

Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengajukan PSBB bagi sejumlah wilayah yang bersinggungan langsung dengan DKI Jakarta, yaitu Bogor, Depok dan Bekasi.

"PSBB fokus ke Jabodetabek dulu, Jakarta sudah disetujui, maka Jabar akan samakan polanya dulu untuk kabupaten yang berdekatan dengan Jakarta, yaitu Depok, Kota Bekasi dan Bogor," ujar Ridwan Kamil di Grand Preanger, Kota Bandung, Selasa (7/4/2020).

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan penyebaran COVID-19 mayoritas berada di wilayah Jabodetabek. Ia pun akan melakukan sinkronisasi tindakan dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi nggak bisa kalau hanya Jakarta yang melakukan PSBB, sementara Bodetabek tidak melakukan, jadi kita akan sinkronisasi hari ini, kebetulan nanti ada rapat sama pak wapres," ujar Emil.

Gubernur Banten

Gubernur Banten Wahidin Halim menyetujui pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya karena penyebaran virus Corona.

Ia telah menginstruksikan agar kepala daerah di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan untuk menyurati Presiden Jokowi dan Kementerian Kesehatan.

"Hari ini saya sudah telepon bupati (Tangerang), wali kota Tangsel maupun wali kota Tangerang agar secepatnya membuat surat ke presiden dalam hal ini Kemenkes untuk dipertimbangkan perlunya PSBB dalam melakukan pembatasan yang ada di wilayah Jabodetabek," kata Wahidin Halim dalam keterangan video yang disampaikan ke detikcom di Serang, Selasa (7/4/2020).

Kepada kepala daerah di Tangerang Raya, gubernur juga meminta kesiapan kebutuhan dasar warga, jejaring pengamanan sosial termasuk subsidi bagi masyarakat yang terdampak langsung virus Corona.

Pemprov Banten, menurutnya, mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang diambil oleh 3 kepala daerah tersebut.

"Pemerintah provinsi memberikan dukungan sepenuhnya terhadap langkah-langkah yang akan diambil bupati dan waliko termasuk sharing cost terhadap pengamanan sosial masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3