Round-Up

Saat WHO Anggap Penyemprotan Disinfektan di Jalanan Sebuah Banyolan

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 05:29 WIB
penyemprotan disinfektan
Foto: Adhar Muttaqien
Jakarta -

Salah satu cara yang dipercaya untuk mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia adalah dengan menyemprotkan cairan disinfektan di jalanan. Setidaknya sejumlah negara percaya dan melakukan hal tersebut.

Namun, World Health Organization (WHO) alias Organisasi Kesehatan Dunia justru menganggap hal tersebut konyol.

Penyemprotan disinfektan di jalanan dilakukan di sejumlah provinsi. Di Jakarta, sejumlah jalanan disemprot disinfektan pada 22 Maret 2020. Besoknya di Surabaya, Wakil Wali Kota Tri Rismaharini mengerahkan drone untuk menyemprot disinfektan di sejumlah kampung padat penduduk.

Bali juga tak mau ketinggalan. Polda Bali mengerahkan truk water cannon berkapasitas 5.000 liter untuk menyemprot Jalan WR Supratman Denpasar dengan cairan pembasmi kuman penyakit itu, pada 27 Maret. Kota Kembang-pun demikian, polisi menyemprot Jalan Soekarno-Hatta Bandung hingga seluruh 750 lokasi di Jawa Barat dengan disinfektan, serentak pada 31 Maret. Di Kota Madiun Jawa Timur, 'hujan disinfektan' dibikin lewat pengerahan bronto skylift.

Kapolri Jenderal Idham Azis mewajibkan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh daerah. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) meninjau perakitan 40 alat penembak yang disebut gunner. Nantinya, armada gunner ini bakal menyemprot Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dengan disinfektan.

Ternyata, fenomena pemyemprotan disinfektan tak hanya terjadi di Indonesia. Di India, Meksiko, hingga Turki juga demikian.

Lantas apa pandangan WHO terkait hal ini?

Dalam sebuah kesempatan wawancara yang disiarkan DW News, presenter Phil Gayle bertanya kepada Kepala Jaringan Wabah dan Tanggap Darurat Global WHO, Dale Fisher soal pandangannya terhadap fenomena ini.

"Mungkin itu adalah citra masyarakat yang kita anggap serius, saya tidak tahu. Yang jelas, itu adalah hal yang tidak kami rekomendasikan. Kami tidak percaya orang-orang tertular virus dari permukaan tanah (jalanan -red)," kata Fisher, sebagaimana diunggah DW News di akun YouTube, Kamis (2/4).

Selanjutnya
Halaman
1 2