Maret 2020: 4.337 Jenazah Dimakamkan di DKI, Melonjak 1.798 dalam Sebulan

ADVERTISEMENT

Maret 2020: 4.337 Jenazah Dimakamkan di DKI, Melonjak 1.798 dalam Sebulan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 15:27 WIB
Video proses pemakaman dari seorang Ibu akibat virus Corona diunggah oleh anaknya. Proses pemakaman tanpa dihadiri pelayat dan peti jenazah harus dibungkus plastik sebelum dikuburkan.
Ilustrasi Pemakaman di DKI Jakarta (Dok. 20detik)

Diketahui, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menyusun protap pemulasaraan jenazah pasien Corona dalam surat edaran tersebut bernomor 55/SE/Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemulasaraan Jenazah Pasien COVID-19 di DKI Jakarta Tahun 2020. Ada beberapa hal yang harus dilakukan, seperti membungkus jenazah dengan plastik dan menguburkan dengan peti.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan perhatian pada angka-angka kematian tersebut. Anies menyampaikan itu pada Senin (30/3), saat itu angka jenazah yang dimakamkan dengan protap Corona sebanyak 238 jenazah.

"Artinya, ini adalah mungkin mereka-mereka yang belum sempat dites karena itu tidak bisa disebut sebagai positif, atau sudah dites tapi belum ada hasilnya kemudian wafat. Itu menggambarkan bahwa situasi di Jakarta terkait dengan COVID amat mengkhawatirkan," tutur Anies.

Anies menekankan pentingnya pencegahan agar virus Corona tak semakin menyebar. Anies meminta warga Jakarta menjaga jarak untuk melindungi diri dan keluarganya.

"Dan ini semua harus kita cegah pertambahannya dengan secara serius melakukan pembatasan. Tinggallah di rumah, disiplin untuk menjaga jarak, lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi tetangga, lindungi semua," ujar Anies.


(aik/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT