Round-Up

Anies dan RK Sepakat Jabodetabek Ditangani Khusus

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 07:37 WIB
Anies, Ridwan Kamil, Ganjar di Balai Kota DKI (Zhacky/detikcom)
Foto: Anies, Ridwan Kamil, Ganjar di Balai Kota DKI (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perlu penanganan khusus untuk mencegah penularan virus Corona di Jabodetabek. Hal serupa juga diusulkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Kami mengusulkan agar ada kebijakan tersendiri untuk kawasan Jabodetabek, di mana batas-batas administrasi pemerintahan itu berbeda dengan penyebaran kasus COVID di Jabodetabek," ujar Anies kepada Wapres Ma'ruf melalui video teleconference, Kamis (2/4).

Anies mengatakan, dalam menangani Corona, dirinya terhambat PP No 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dalam PP tersebut disebutkan gubernur hanya bisa mengatur satu provinsi, sedangkan epicenter penyebaran Corona terdapat di tiga provinsi.

"Tapi ada concern-nya, Pak Wapres, di sini, karena dalam PP 21 itu gubernur hanya bisa mengatur pergerakan dalam satu provinsi, sementara epicenter-nya tiga provinsi. Karena Jabodetabek ini ada yang Jawa Barat, ada yang Banten," kata Anies.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) pun turut melaporkan kondisi penanganan virus Corona (COVID-19) di Jawa Barat kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin. RK meminta Ma'ruf memberikan perhatian terkait penanganan Corona di Jabodetabek.

"Pertama, seperti Pak Wapres ketahui, penduduk kami 50 juta, Pak. Sudah satu besarnya seperti Korea Selatan kurang-lebih seperti itu. Hasil tiap hari kementerian pusat 70 persen itu memang berputar di Jabodetabek, Pak Wapres. Datanya seperti itu, sehingga memang salah satu yang harus Bapak Wakil Presiden berikan atensi adalah gerak tiga provinsi ini," kata RK saat rapat virtual bersama Ma'ruf seperti ditayangkan di akun Sekretariat Wakil Presiden, Jumat (3/4/2020).

Erick Thohir Pede RS BUMN Bisa Tampung 10.000 Pasien Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2