Cegah Corona, 600 Napi di Sulteng Dibebaskan untuk Jalani Asimilasi

M Qadri - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 10:44 WIB
Gambar ilustrasi penjara (Reuters / Dario Pignatelli)
Ilustrasi (Dario Pignatelli/Reuters)
Palu -

Sebanyak 600 narapidana di Sulawesi Tengah (Sulteng) akan dibebaskan menyusul keputusan Kemenkum HAM dalam merespons pandemi Corona (COVID-19). Pembebasan akan dilakukan bertahap hingga 7 April 2020.

"Sesuai dengan keputusan itu, tertuang tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan untuk wilayah Sulteng diperkirakan sekitar 600 narapidana," kata Kadivpas Sulteng Sunar Agus saat dihubungi detikcom, Jumat (3/4/2020).

Dia mengatakan narapidana yang dibebaskan berkriteria berkelakuan baik, bukan pidana khusus, lunas bayar denda atau subsider, hitungan sudah menjalani dua pertiga masa pidana.

"Untuk pembebasan pada tahap pertama ada sekitar 120 narapidana, tahap kedua 189 narapidana, itu semua tersebar di sejumlah rutan dan lapas di Sulteng. Pembebasan tersebut dimulai sejak 1 April 2020," ucapnya.

Napi yang dibebaskan akan menjalani asimilasi di rumah dengan pengawasan dari Bapas.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Hukum dan HAM siap melepas hingga 35 ribu narapidana dengan merujuk pada Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan lapas yang overkapasitas.

"Dengan Permenkum HAM 10/2020, kami perhitungkan kami bisa mengeluarkan di angka minimal 30 ribu, dan dari beberapa exercise, kami bisa mencapai lebih 35 ribu minimal (napi yang dilepas)," kata Menkum HAM Yasonna Laoly dalam rapat melalui teleconference bersama Komisi III DPR, Rabu (1/4).

Cegah Corona Merebak di Lapas, Menkum HAM Siap Lepas 35.000 Napi:

(jbr/jbr)