Penolakan Zona Makam Khusus Corona di Sulsel Berlanjut Terus

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 09:49 WIB
Penolakan Jenazah di Gowa
Foto: Penolakan Jenazah di Gowa (Hermawan-detikcom)
Makassar -

Penolakan pemakaman jenazah korban virus Corona di Sulawesi Selatan terus berlanjut. Kini, peristiwa berulang itu terjadi di Gowa.

Sebelumnya warga sekitar pemakaman Pannara, Manggala, Makassar, menghadang satu mobil ambulans yang membawa jenazah pada Selasa 31 Maret pukul 15.00 WIB. Warga mengaku curiga karena sopir ambulans mengenakan alat pelindung diri. Dua hari sebelumnya atau Minggu (29/3) insiden serupa terjadi di TPU Baki Nipa-nipa.

Peristiwa terbaru adalah rombongan ambulans yang diduga membawa jenazah korban virus Corona ditolak warga di depan Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel, Jalan Teratai, Macanda, Somba Opu Gowa, sekitar pukul 14.00 Wita, Kamis (2/4/2020).

Warga sekitar juga sempat terlibat adu mulut dengan salah seorang keluarga korban. Sejumlah petugas TNI dan polisi yang mengawal ambulans ini berhasil meredakan ketegangan itu.

Massa yang terus berdatangan menolak pemakaman jenazah ini akhirnya memaksa rombongan ambulans balik kanan dan gagal melakukan pemakaman. Sejumlah petugas TNI dan polisi yang berada di lokasi juga tak dapat berbuat banyak terhadap aksi penolakan warga.

"Ambulans itu jelas bawa jenazah, jelas korban COVID karena semua yang mau angkat itu berpakaian yang seperti di rumah sakit (berpakaian APD)," ujar salah seorang warga di lokasi, Hajuddin Daeng Mangun.

Hajuddin menjelaskan warga sekitar dengan tegas menolak lantaran tak ingin tertular virus Corona. Mereka beralasan khawatir akan keselamatan keluarga mereka. Warga juga memblokade jalan dan membakar ban di badan jalan.

Seorang warga lainnya, Mustari, mengatakan, mereka tak menerima pemberitahuan atau izin bahwa pemerintah akan memakamkan korban virus Corona di dekat permukiman mereka.

"Penguburan sini tidak ada izinnya itu untuk COVID, ini untuk umum ini, bukan untuk COVID," katanya.

Pemprov Sulsel merespons kejadian berulang ini.