Kesdam Hasanuddin: Kalau Semua Tolak Jenazah COVID-19, Akan Mati se-Makassar

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 01:58 WIB
Warga di Gowa memblokir jalan karena menolak pemakaman jenazah kasus Corona.
Foto: Warga di Gowa memblokir jalan karena menolak pemakaman jenazah kasus Corona. (Hermawan-detikcom)
Makassar -

Kepala Kesehatan Kodam (Kesdam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Ckm dr. Soni Endro Cahyo Wicaksono meminta warga di Kota Makassar dan sekitarnya berhenti melakukan penolakan terhadap jenazah korban virus Corona (COVID-19) yang akan dimakamkan. Jika seluruh orang menolak, maka jenazah akan menularkan virus Corona dan menyebabkan lebih banyak kematian.

"Kalau semuanya menolak, terus mau dikubur di mana (korban COVID-19) ini, mau diletakkan di mana? Mau diletakkan di jalan? Kalau semuanya menolak, semua akan mati se-Makassar ini," ujar Soni yang juga Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel dalam keterangannya melalui konferensi video di Makassar, Kamis (2/4/2020) malam.

Soni memastikan setiap jenazah korban COVID-19 atau diduga positif COVID-19 telah dikemas sesuai standar kesehatan saat hendak dimakamkan. Untuk itu dia meminta warga sadar dan berhenti melakukan penolakan.

"Jadi ini perlu kesadaran. Kalau ada yang menolak, ini kan barang menular, apa perlu mati semua. Keluarganya (jenazah) saja kalau sudah selesai (dimakamkan) akan kita tindaklanjuti dengan isolasi mandiri terlebih dahulu, kita cek kontak-kontaknya seperti apa dan lain sebagainya," katanya.

Soni menyebut pihaknya bisa saja langsung meproses hukum setiap warga yang melakukan penolakan jenazah korban COVID-19 yang hendak dimakamkan. Namun timnya lebih mengedepankan proses persuasif agar warga paham.

Selanjutnya
Halaman
1 2