Usai Tolak Ambulans COVID-19, Warga di Gowa Blokir Jalan-Bakar Ban

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 15:25 WIB
Warga di Gowa memblokir jalan karena menolak pemakaman jenazah kasus Corona.
Warga di Gowa memblokade jalan karena menolak pemakaman jenazah kasus Corona. (Hermawan/detikcom)
Gowa -

Warga di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), memaksa mobil ambulans balik kanan. Mereka menolak pemakaman jenazah korban virus Corona. Warga juga memblokade jalan dan membakar ban di badan jalan.

Pantauan detikcom sekitar pukul 14.50 Wita, Kamis (2/4/2020), warga memblokade jalan di depan Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel, Jalan Teratai, Macanda, Somba Opu, Gowa, dengan cara menimbun potongan batang pohon dan rantingnya. Tak hanya itu, warga juga membakar ban.

Salah seorang warga, Hajuddin Dg Mangun, mengatakan salah seorang pasien virus Corona telah lebih dulu dimakamkan di lokasi pemakaman dekat permukiman mereka pada pukul 04.00 Wita dini hari tadi.

Warga yang protes, kata Hajuddin, kemudian dijanjikan oleh pihak aparat dan pemerintah bahwa mereka dapat menutup jalan apabila rombongan ambulans pembawa jenazah korban COVID-19 kembali datang.

Alhasil, rombongan ambulans yang kembali datang pada pukul 14.00 Wita ditolak warga. Mereka mengaku khawatir tertular Corona.

"Janjinya Pak Dandim dengan Pak Camat, kalau ada lagi tutup jalan," ujar Hajuddin kepada wartawan di lokasi.

Sementara seorang warga lainnya, Mustari, mengatakan, mereka tak menerima pemberitahuan atau izin bahwa pemerintah akan memakamkan korban virus Corona di dekat permukiman mereka.

"Penguburan sini tidak ada izinnya itu untuk COVID, ini untuk umum ini, bukan untuk COVID," katanya.

Hingga saat ini, warga masih memadati lokasi. Mereka menunggu ada kejelasan dari pihak pemerintah soal mengapa pemakaman di dekat permukiman mereka dipilih untuk korban COVID-19.

Bupati Banyumas Bicara soal Jenazah Pasien Corona Ditolak Warga:

(idh/idh)