Warga yang Akan Masuk Samarinda dari Balikpapan Dicek Kesehatan Mulai Besok

Suriyatman - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 12:53 WIB
Walkot Samarinda Syaharie Jaang.
Walkot Samarinda Syaharie Jaang (Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menegaskan tidak akan menutup akses masuk dari Balikpapan ke Samarinda ataupun sebaliknya. Syaharie menyebut Pemkot Samarinda hanya akan membatasi dan memperketat pemeriksaan kepada warga yang hendak masuk ke Samarinda.

"Kita tidak mungkin menutup akses jalan, karena akan banyak masyarakat yang dirugikan akibat kebijakan itu. Bagaimana nanti warga Bontang, Tenggatong, yang mau pulang dari Balikpapan. Yang kita lakukan adalah pembatasan arus keluar-masuk orang, bukan barang," kata Syaharie Jaang kepada detikcom saat meninjau ketersediaan masker kesehatan untuk tenaga medis, Samarinda, Kamis (2/4/2020).

Syaharie mengatakan pembatasan arus masuk warga akan dimulai besok. Pemkot Samarinda akan mengecek kesehatan dan riwayat warga yang hendak masuk untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Sesuai rencana, pembatasan wilayah akan dimulai tanggal 3 April, atau hari Jumat besok. Kita akan buka pos kesehatan untuk memeriksa para warga yang akan masuk ke kota Samarinda," terang Syaharie.

"Jika suhu tubuhnya panas, maka kita akan bawa yang bersangkutan ke rumah sakit untuk diperiksa lebih mendalam. Kalau tidak, kita akan periksa riwayat perjalanannya. Kalau dari (daerah) pandemi (virus Corona), maka kita sarankan untuk isolasi," imbuhnya.

Kebijakan tersebut, kata Syaharie, merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Samarinda. Dia menuturkan pembatasan masuk akan dilakukan sampai 24 April mendatang.

"Dari itu Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah-langkah pengetatan sosial, mengatur masyarakat agar lebih disiplin tinggal di rumah selama masa wabah COVID-19. Salah satu upayanya adalah dengan pembatasan akses masuk menuju Kota Samarinda dari arah Kota Balikpapan, terhitung mulai tanggal 3 April 2020 sampai dengan tanggal 24 April 2020 (selama 3 minggu) dan akan dievaluasi atas kegiatan ini," papar Syaharie.

"Ruas jalan yang akan ditempatkan petugas yakni di ruas Jalan Soekarno Hatta, titik lokasi simpang 3 Km, 4 Loa Janan. Pembatasan juga dilakukan di akses keluar masuk tol Samarinda-Balikpapan," ia menambahkan.

(zak/zak)