Hensat: Pemerintah Tak Perlu Defensif soal Buruknya Persepsi Publik

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 13:49 WIB
Hendri Satrio
Hendri Satrio alias Hensat (istimewa)
Jakarta -

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensat) telah mengungkap buruknya persepsi publik soal penangaan pemerintah terhadap virus Corona. Pihak Istana Kepresidenan menanggapi dengan penegasan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintahan sudah bekerja keras. Hensat kini berharap pemerintah bisa menampung kritik dari publik.

"Seharusnya pemerintah tidak perlu defensif tapi menjadikan ini masukan penting untuk mempercepat program penanganan COVID-19," kata Hendri Satrio (Hensat) dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (1/3/2020).

Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini mengungkap survei kolaboratif 12 institusi termasuk Harvard, Cambridge, Warwick mengenai persepsi publik terhadap penanganan COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah masing-masing negara. Hasilnya, Indonesia menempati posisi terburuk, di bawah China, Italia, Filipina, dan Malaysia.

"Lagipula itu bukan pendapat saya pribadi, tapi itu berdasarkan hasil riset yang ada, saya hanya membacakan," kata Hensat.

Meski begitu, Hensat menilai hasil survei opini itu telah mencerminkan kegelisahan publik terhadap penanganan COVID-19 di Indonesia. Dia menilai penanganannya seperti jalan di tempat. Namun kini dia optimis, kebijakan darurat kesehatan masyarakat yang ditetapkan Presiden Jokowi, dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar, mampu mengatasi keadaan.

"Semoga saja kebijakan darurat kesehatan masyarakat yang digelontorkan Presiden kemarin berhasil. Yang terpenting, jajaran di bawah Presiden mampu memenuhi arahan dan harapan Presiden," kata Hensat.

Cara Mudah Hindari Corona Virus Menurut WHO:

Selanjutnya
Halaman
1 2