Round-Up

Jangan Pulang Kampung Agar Corona Tak Makin Mengepung

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 05:24 WIB
Wabah Corona berdampak ke hampir semua sektor. Transportasi jadi salah satu sektor yang terdampak dari penyebaran virus Corona di Indonesia.
Foto ilustrasi warga di dekat moda transportasi, suasana Corona. (Antara Foto)
Jakarta -

Angka kasus positif COVID-19 sudah tembus seribu, kasus terbanyak ada di Jakarta. Supaya keluarga di desa tercinta tak tertular Corona dari Ibu Kota, warga diminta untuk tidak mudik dulu di masa darurat Corona ini.

Sebagaimana diumumkan Pemerintah pada Jumat (27/3/2020), sudah ada 1.946 kasus positif COVID-19 di Indonesia, sebanyak 598 kasus di antaranya ditemukan di Jakarta.

Kini Jakarta sudah sepi. Social distancing atau jaga jarak sudah diterapkan supaya tak terjadi penularan Corona. Lalu kemana perginya orang-orang yang biasa memenuhi Jakarta? Ada yang pulang kampung menyelamatkan diri dari efek cekik ekonomi, kembali ke desa-desa. Situasi ini tidak sederhana.

Bayangkan bila orang-orang dari episentrum Corona di Indonesia kemudian membawa potensi wabah sampai ke desa-desa. Ini bukan main-main, tingkat kematian kasus positif COVID-19 di negara ini mencapai 8% lebih. Larangan mudik disodorkan ke hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya Indonesia tak semakin berbahaya.

"Pada intinya pemerintah akan melarang mudik. Tetapi, ini butuh persetujuan, butuh keputusan yang lebih tinggi nantinya di rapat terbatas," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, dalam jumpa pers virtual Kemenhub, Jumat (27/3/2020).

Simak juga video Ganjar Ingatkan Warga Jateng di Perantauan Agar Tak Pulang Kampung:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3