Survei LIPI-UI-ITB-UGM: Mayoritas Setuju Data Pribadi Pasien Corona Dibuka

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 17:45 WIB
PT KAI menggelar sosialisasi pencegahan virus corona di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sosialisasi digelar guna mencegah penyebaran COVID-19.
Foto ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ketika pertama kali pemerintah Indonesia mengumumkan secara resmi dua orang yang terjangkit virus Corona, banyak masyarakat yang keberatan dengan dibukanya informasi pada publik terkait nama, tempat domisili, dan riwayat perjalanan dari pasien.

Namun sejalan dengan semakin besarnya jumlah orang yang terjangkit, hasil survei persepsi publik yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gajah Mada (UGM) menunjukkan ada perubahan sikap mayoritas responden.

Survei yang dilaksanakan pada 20-21 Maret 2020 ini memakai metode survei online berbasis Google Form yang disebar melalui sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter serta aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan Line. Mayoritas setuju data pribadi pasien COVID-19 dibuka ke publik, dengan kadar data pribadi yang bervariasi.

Peneliti dari Pusat Krisis dan Bencana Fakultas Psikologi UI Dicky Chresthover Pelupessy yang turut terlibat dalam survei mengatakan sebanyak 15.101 responden berhasil dijaring. Namun setelah dilakukan pembersihan data, sampel akhir menjadi sebesar 12.061.

"Kami juga mengakui ada keterbatasan studi karena survei dilakukan secara online, sehingga muncul kecenderungan mayoritas responden adalah orang kota dan berpendidikan tinggi," ujar doktor ilmu Psikologi Komunitas dari dari Victoria University, Australia itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3