ADVERTISEMENT

ICW Sebut 100 Hari Kerja Firli Bahuri dkk Minim Prestasi, KPK: Dasarnya Cinta

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 09:21 WIB
Ali Fikri
Foto: Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menanggapi kritik dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menilai 100 hari pertama kinerja pimpinan KPK Firli Bahuri dkk kurang maksimal. KPK menganggap kritikan itu merupakan bentuk cinta ICW kepada KPK dan upaya pemberantasan korupsi.

"ICW mengkritik dan menilai kerja KPK saat ini kami yakini karena atas dasar cinta KPK dan pemberantasan korupsi di negeri ini," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).

Ali mengatakan KPK menyambut baik kritikan yang disampaikan ICW tersebut. Menurut Ali, kritikan dari ICW dan berbagai pihak lain akan dijadikan masukan untuk KPK melakukan perbaikan kerja-kerja ke depan.

"Kritik, saran dan masukan yang disampaikan oleh pihak manapun termasuk dari ICW, tentu KPK terima sebagai perbaikan kerja-kerja mendatang," ujarnya.

Ali mengatakan ke depan KPK akan terus berikhtiar semaksimal mungkin bersama penegak hukum lain dalam upaya pemberantasan korupsi. Dengan demikian, Ali berharap Indonesia bisa bebas dari korupsi.

"KPK akan terus berikhtiar dan berkarya semaksimal mungkin bersama penegak hukum lain dan masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi agar negeri yang kita cintai bersama ini terbebas dari korupsi," tutur Ali.

Sebelumnya, ICW menilai 100 hari pertama kinerja pimpinan KPK Firli Bahuri dkk kurang maksimal. Menurut ICW, kinerja KPK minim prestasi namun kerap memunculkan kontroversi.

"Tepat pada pekan ini genap 100 hari lima Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih memimpin lembaga antirasuah itu. Alih-alih menunjukkan kinerja yang lebih baik dari periode sebelumnya, justru yang dihasilkan adalah berbagai kontroversi," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2020).

ICW menyoroti sejumlah hal dalam 100 hari kinerja KPK era kepemimpinan Firli Bahuri, mulai dari lambatnya menangkap para DPO Nurhadi hingga Harun Masiku, menurunnya angka penindakan KPK hingga kontroversi penghentian 36 kasus ditahap penyelidikan. Menurut ICW, penghentian 36 kasus tahap penyelidikan itu aneh.

Simak juga video Alasan ICW Sebut Pimpinan KPK Sekarang Paling Buruk:

(gbr/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT