Kasus Bayi Tabung, MA Vonis 3 Dokter di RS di Menteng Tak Langgar Etik

Andi Saputra - detikNews
Senin, 23 Mar 2020 17:31 WIB
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta
Foto Gedung MA: Ari Saputra
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) memvonis 3 dokter sebuah rumah sakit elite di Menteng, Jakarta Pusat tidak melanggar etik. Hal itu terkait pelaporan pasien atas kasus bayi tabung yang lahir dengan menderita Edward Syndrome.

Kasus bermula saat seorang ibu inisial AKS yang tinggal di Jalan Hang Tuah, Jaksel bersama suaminya sudah menikah 3 tahun tetapi tidak mendapatkan keturunan. Pada Maret 2014, keduanya kemudian mengajukan permohonan program bayi tabung atau dalam istilah kedokteran disebut In Vitro Fertilization. Pihak Rumah Sakit kemudian menurunkan 3 dokter ahli untuk melakukan program bayi tabung itu.

Program ini berjalan untuk 28 pekan dan hasilnya AKS bisa hamil. Menurut pihak dokter kehamilan semuanya berjalan normal. Pada 8 Desember 2014, AKS melahirkan dengan cara Seksio Caesarea. Bayi lahir dengan berat 2,2 kg dan tinggi 42 cm.

Berdasarkan pemeriksaan dengan electrocardiogram/EKG dan cardiotocography/CTG yang dilakukan sebelum proses persalinan, diketahui detak jantung janin yang dikandung AKS dalam keadaan normal.

Namun pada saat lahir ternyata kondisi bayi dalam keadaan tidak menangis, mengalami kesulitan bernafas, serta mempunyai bentuk telinga yang tidak utuh. Oleh karenanya, bayi kemudian dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RS itu.

Pada 9 Desember 2014, melalui informasi dan penjelasan yang diberikan dokter ahli di bidang Perinatologi, pihak rumah sakit secara klinis menyatakan kepada si ibu bahwa bayi tersebut menderita Edward Syndrome. Si ibu dianjurkan untuk segera menjalani tes analisa kromosom terhadap bayi.

Hasil laboratorium menunjukkan terdapat kelebihan 1 buah kromosom 18 (trisomi 18). Yang mana kelainan ini disebut dengan Edward Syndrome.

Selanjutnya
Halaman
1 2