Achmad Yurianto Jelaskan Pernyataan Tuai Polemik di Video Deddy Corbuzier

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 21:23 WIB
deddy corbuzier
Ilustrasi Achmad Yuriawan, jubir pemerintah untuk urusan penanganan Corona, melihat seorang pasien yang ditolak RS. (Tangkapan Layar Video YouTube)
Jakarta -

Pernyataan juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri), dalam video di akun YouTube Deddy Corbuzier menuai polemik. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) memprotes Yuri karena Yuri menyinggung perawat seperti roomboy hotel. Kini Yuri menjelaskan duduk perkaranya.

"Itu kan masalah ada penggalan video di situ," kata Yuri kepada detikcom, Jumat (20/3/2020).

Dalam video Deddy Corbuzier yang diunggah pada 17 Maret 2020, Yuri mengatakan bahwa rumah sakit tidak lagi memiliki fungsi sosial, kini rumah sakit sudah seperti bisnis hotel, namun roomboy-nya adalah perawat. Ada rumah sakit yang menolak calon pasien yang hendak memeriksakan kondisinya, apakah terinfeksi virus Corona atau tidak. Rumah sakit menolak pasien Corona karena tidak ingin citra rumah sakitnya memburuk, sehingga tak ada lagi yang mau datang ke rumah sakit tersebut.

"Saya kan cuma mengkritisi rumah sakit sekarang yang sekarang kehilangan fungsi sosial, berbisnis, sehingga seperti hotel saja, yang roomboy-nya adalah perawat. Kalau itu marah, marahnya di mana?" kata Yuri.

Yuri menjelaskan, pernyataannya bukanlah dimaksudkan untuk menghina perawat, melainkan untuk mengkritik rumah sakit. Dia mengimbau semua pihak untuk melihat videonya secara utuh, bukan hanya memahami lewat penggalan video.

"Maka dengan emosi langsung dikatakan bahwa saya nganggap bahwa perawat itu kayak roomboy, sehingga mereka (PPNI) marah," kata Yuri.

Selanjutnya
Halaman
1 2