Sanggah Gatot, MUI Ungkap Kekhawatiran Penularan Corona di Masjid

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 09:58 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Foto: Sekjen MUI Anwar Abbas. (Rahel-detikcom)

Anwar lantas mengingatkan tentang pentingnya menjaga diri. Dia membandingkan kematian akibat perang dan virus Corona.

"Di dalam Alquran kita diingatkan oleh Allah SWT untuk tidak menjatuhkan dan menyeret diri kita ke dalam kebinasaan. Pertanyaannya kebinasaan seperti apa yang akan mungkin bisa terjadi? Dalam masalah perang yang tahu banyak tentang kebinasaan yang mungkin terjadi akibat dari suatu perbuatan adalah tentara dan atau jenderalnya. Tapi dalam masalah virus yang tahu akibat buruk yang akan ditimbulkannya adalah dokter dan atau orang yang memang bidang studi dan kajiannya adalah tentang virus. Itulah sebabnya MUI belum bisa mengeluarkan fatwanya sebelum mendengar penjelasan dari pihak yang kredible dan kompeten tentang masalah virus ini," beber Anwar.

Dia mengatakan MUI dalam fatwanya tentang ibadah di tengah wabah Corona mendengarkan pertimbangan sejumlah ahli yang kredibel. Jika ada keterangan mengenai berkumpul di masjid tidak berbahaya, tentu MUI akan mempertimbangkan fatwa baru.

"Dan setelah itu dilakukan barulah komisi fatwa mengkaji lebih lanjut dan mengeluarkan fatwanya seperti yang sudah beredar tersebut. Oleh karena itu kalau ada pihak-pihak yang memang ahli dalam bidang pervirusan dan bisa meyakinkan dunia keilmuan bahwa berkumpul di masjid itu tidak berbahaya maka MUI tentu pasti akan mempertimbangkan fatwa baru. Tetapi kalau yang berbicara itu tidak dalam bidangnya ya MUI belum bisa mengkaji ulang tentang fatwanya tersebut karena akan sulit bagi MUI untuk mempertanggungjawabkan fatwanya tersebut kepada Tuhan dan kepada sesama," ujar dia.

Halaman

(knv/fjp)