BNPB Tunggu Daerah Tetapkan Status Darurat Bencana Corona

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 16:31 WIB
Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo (Eva Safitri/detikcom)
Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memperpanjang masa darurat bencana wabah virus Corona (COVID-19) sampai 29 Mei 2020. BNPB saat ini masih menunggu beberapa daerah yang sudah memiliki kasus Corona untuk menetapkan status keadaan darurat.

"Karena ini skalanya makin besar dan presiden meminta melakukan percepatan, maka ada perpanjangan status lagi karena sampai saat ini belum ada daerah-daerah yang menetapkan status keadaan darurat sehingga BNPB perlu memperpanjang lagi dari tanggal 29 Februari sampai tanggal 29 Mei 2020 supaya lebih fleksibel karena kita menunggu daerah-daerah yang mengeluarkan status keadaan darurat," kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam konferensi pers yang disiarkan channel YouTube BNPB, Selasa (17/3/2020).

Status keadaan darurat menjadi 2 kategori, yaitu siaga darurat dan tanggap darurat. Daerah seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat masuk kategori tanggap darurat. Namun para kepala daerah perlu berkonsultasi dahulu dengan Kepala BNPB Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Untuk siaga darurat mungkin yang belum ada kasusnya bisa jaga-jaga, yang tanggap darurat untuk daerah yang positif, seperti DKI Jakarta, Jabar, dan daerah lain mungkin bisa menetapkan status tanggap darurat," kata Agus.

Jika daerah tertentu sudah menetapkan status keadaan darurat, status yang dikeluarkan BNPB sudah tidak berlaku.

"Jika daerah tersebut sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu yang sudah BNPB keluarkan bisa tidak berlaku lagi," ujar Agus.

(dkp/zap)