BIN Perkirakan Puncak Corona di Bulan Puasa, Menag: Belum Tentu

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Sabtu, 14 Mar 2020 11:59 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. (Foto: Ilman/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi enggan berkomentar banyak mengenai pernyataan Badan Intelijen Negara (BIN) yang memperkirakan puncak penyebaran infeksi virus Corona terjadi pada bulan Ramadan mendatang atau bulan April-Mei. Menurutnya, itu hanya sebuah prediksi.

"Saya nggak (komentar) masalah prediksi ya. Saya nggak boleh ngomong. Itu kan belum tentu gitu (puncak penyebaran infeksi terjadi bulan Ramadan)," ujar Fachrul di UHAMKA, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).

Lebih lanjut, Fachrul mengatakan, untuk kegiatan Salat Tarawih dan buka puasa bersama di Masjid Istiqlal akan tetap dilaksanakan. Namun, hal itu akan dievaluasi kembali apabila ada situasi genting.

"Yang jelas kami sudah cerita di Masjid Istiqlal misalnya tetap melaksanakan Salat Tarawih, tetap melaksanakan ibadah. Kecuali nanti ada perkembangan situasi yang sangat buruk nanti kita pikirkan lagi," katanya.

Sementara itu, Fachrul membebaskan kepada masjid lain untuk membuat kebijakannya masing-masing terkait dengan semakin menyebarnya virus Corona ini. "Kalau (masjid) yang lain silakan masing-masing," ucapnya.

Menag juga mengimbau kepada masjid dan musala untuk menggulung karpet. Hal itu dilakukan untuk menghindarkan terjadinya penyebaran virus.

"Kami sebutkan antara lain di rilis saya, antara lain disebutkan karpet digulung dulu, disisikan sementara, nggak usah dipakai dulu dan dilakukan penyemprotan di semua tempat itu," ujarnya.

Mantan Wakil Panglima ABRI ini juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan berkumpul. Apabila ada pengajian, kata dia, waktunya jangan terlalu panjang.

"Kemudian usahakan ada kegiatan ibadah nggak terlalu panjang, kegiatan pengajian nggak usah terlalu panjang. Bukan apa, nanti bisa menyebabkan peluang untuk penularan lebih banyak. Kemudian untuk yang merasa kurang sehat baiknya nggak usah ke masjid. Niatnya ibadah tapi jadinya kan bawa mudarat," ucapnya.

Sebelumnya, Deputi V BIN Afini Boer mengungkap permodelan yang dibuat pemerintah terkait penyebaran virus Corona. Puncak penyebaran infeksi virus tersebut diprediksi terjadi 60-80 hari sejak pertama kali diumumkan atau pada April-Mei saat memasuki bulan Ramadhan.

"Jadi, kalau kita hitung-hitung, masa puncak itu mungkin jatuhnya di bulan Mei, berdasarkan permodelan ini. Bulan puasa, bulan puasa," kata Afini dalam diskusi 'Bersatu Melawan Corona' di Little League, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).

Afini juga mencontohkan permodelan yang ada di China dan Inggris. Untuk kasus di Indonesia, permodelan dibuat sesuai data-data terkait Corona yang sudah ada.

"Di Indonesia sebetulnya bekerja sama dengan beberapa pihak, itu sama juga membuat permodelan dari data yang sudah ada. Dari permodelan yang ada, kita memperkirakan bahwa masa puncak di Indonesia itu akan berlaku 60-80 hari sejak infeksi pertama itu diumumkan tanggal 2 Maret," kata Afini.

Tonton juga Menag Imbau Semua Masjid Gulung Karpet :

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)