KPK Nilai Program Pengolahan Sampah untuk Energi Listrik Tak Berjalan Efektif

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 17:48 WIB
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron
Foto: Wakil Ketu KPK Nurul Ghuron (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

KPK melakukan kajian terhadap program pemerintah terkait pengelolaan sampah untuk energi listrik terbaru. KPK menilai program tersebut hingga saat ini belum berjalan efekfif.

"Program pemerintah untuk meningkatkan bauran energi melalui EBT dengan target sebesar 23% di 2025, namun sampai saat ini baru 10%," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020).

Padahal, menurut Ghufron, pemerintah telah mencanangkan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui pembangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Namun, PLTSa itu hingga kini tidak ada satu pun yang berjalan.

"Masalahnya, sampah menumpuk 64 juta ton pertahun sementara kita juga butuh energi baru terbarukan (EBT). Sejak 2016, telah dikeluarkan tiga Perpres untuk percepatan pembangunan PLTSa. Terakhir, adalah Perpres 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Namun, hingga akhir tahun 2019 belum satu pun PLTSa berhasil terbangun," ujar Ghufron.

Ghufron mengatakan KPK menemukan banyak permasalahan terkait pengolaan sampah dengan PLTsa tersebut. Pertama, model bisnis kontaknya terpisah antara Pemda-Pengembang dan Pengembang-PLN sehingga berpotensi praktik bisnis yang tidak fair.

"Apa saja ketidakfairan itu? Pertama, tipping fee memberatkan Pemda, artinya apa biaya mengumpulkan sampah dari rumah tangga hingga ke tempat pengolahan sampah dianggap memberatkan daerah pakau anggaran APBDnya. Kedua, tarif beli listrik memberatkan PLN karena apa menggunakan model "take or pay" ataupun berapapun sampah didapat, dibayar sesuai perjanjian sehingga Kondisinya jumlah sampah tidak sesuai target kuota sampah," kata Ghufron.

Tonton juga video Dari Tulungagung Hingga Surabaya Memburu Nurhadi:

Selanjutnya
Halaman
1 2