Begini Bahayanya Orba yang Disebut-sebut Bisa Terulang dengan Omnibus Law

Andi Saputra - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 09:51 WIB
Bob Hasan, Pangeran Bernard dari Belanda, dan Presiden Soeharto bermain golf, 1970
Soeharto saat main golf dengan Bob Hasan. Usai Soeharto tumbang, Bob Hasan diadili karena korupsi (Repro buku, Mengapa Saya Sehat)
Untuk menguatkan teorinya, Oce menunjukkan 8 Keputusan Presiden (Keppres) Soeharto yang menguntungkan keluarganya. Yaitu:

1. Keppres No.36/1985 tentang Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas Penyerahan dan Impor barang Terkena Pajak tertentu di Tanggung Pemerintah.

"Keppres ini membuka kran KKN untuk pajak impor yang belum ada di Indonesia," cetus Oce.

2. Keppres No.74/1995 tentang perlakuan pabean dan perpajakan atas impor atau penyerahan komponen kendaraan bermotor sedan untuk dipergunakan dalam usaha pertaksian.

"Dengan Keppres ini, Taksi Citra milik Mbak Tutut yang menggunakan mobil Proton Saga mendapat pembebasan pajak pertambahan nilai," kata Oce.

3. Keppres No.86/1994

"Keppres ini berisi pemberian hak monopoli distribusi bahan peledak yang diberikan kepada dua perusahaan yaitu kepada PT. Dahana untuk kepentingan militer sedang distribusi komersil diberikan kepada PT. Multi Nitroma Kimia -sahamnya sebesar 30% milik Hutomo Mandalaputra, 40 persen milik Bambang Trihatmodjo melalui PT. Bimantara dan sisanya PT. Pupuk Kujang)," papar aktivis Pukat UGM itu.

4. Keppres No.81/1994 tentang Penetapan Tarif Pajak Jalan Tol

Menguntungkan kerabat dan kolega Soeharto

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4