Akui Sebar Hoax 5 Harimau Muncul di Pelalawan, Syawal Minta Maaf

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 14:05 WIB
Jejak hewan dikira harimau, ternyata jenis kucing hutan (dok. BBKSDA Riau)
Foto: Jejak hewan dikira harimau, ternyata jenis kucing hutan (dok. BBKSDA Riau)
Pekanbaru -

Syawaludin diperiksa polisi karena menyebar informasi bohong (hoax) ada 5 ekor harimau sumatera berkeliaran di Kabupaten Pelalawan, Riau. Warga Pangkalan Kuras, Pelalawan, ini menyampaikan permohonan maaf.

"Syawaludin dalam keterangannya sudah mengakui kalau dia telah memberikan kabar bohong atau hoax. Dia menyatakan permohonan maaf atas informasi yang tidak benar tersebut," kata Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Ahmad, saat dihubungi detikcom, Kamis (27/2/2020).

Ahmad menjelaskan, untuk saat ini pihaknya tidak menetapkan Syawaludin sebagai tersangka dalam penyebaran info bohong yang bisa dijerat UU ITE. Namun masalah ini telah disampaikan ke Polres Pelalawan.

"Apakah dia akan dijadikan tersangka terkait penyebaran informasi bohong dan sudah meresahkan warga, itu menjadi ranah pimpinan (Kapolres Pelalawan). Saat ini kita hanya memintai keterangannya saja yang mengakui telah menyebarkan informasi yang tidak benar," kata Kompol Ahmad.

Dia menyebutkan, Syawaludin menyampaikan permohonan maaf di Mapolsek Pangkalan Kuras dan disaksikan warga. Termasuk juga tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Foto: Warga Pelalawan minta maaf setelah sebarkan hoax soal kemunculan 5 harimau (Dok. Istimewa)

"Dia juga mengakui mengambil file video harimau dari halaman Facebook milik akun orang lain. Lantas video diedit, dijadikan foto, dan disebarluaskan ada harimau di Pangkalan Kuras," kata Ahmad.

Selain itu, warga lainnya juga ada yang dimintai keterangan pihak kepolisian. Di mana warga mengaku melihat harimau malam hari di kawasan kebun sawit perusahaan dan disebut-sebut ada 5 ekor harimau berkeliaran.

"Setelah kita mintai keterangan, warga hanya mengaku ada pantulan cahaya saat disenter di kawasan perkebunan, lantas dianggap itu harimau. Saat dimintai keterangan kemarin (Rabu) tidak satu pun yang mengaku melihat ada harimau," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, pihaknya yang ikut dalam mitigasi dengan tim BBKSDA Riau setidaknya ada 7 lokasi yang didatangi. Lokasi tersebut dianggap ada jejak harimau.

"Setelah dicek BBKSDA Riau tapak yang ada di lokasi tersebut tidak satupun ada jejak harimau. Yang ada jejak anjing dan macan dahan dan kucing hutan," kata Ahmad.

(cha/jbr)