Saksi Ungkap Anggaran Satlak Prima Pernah Dipakai untuk Kunker Imam Nahrawi

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 13:33 WIB
Persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: Zunita/detikcom)
Foto: Persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: Zunita/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora RI, Bambang Tri Joko mengungkap adanya permintaan dana tambahan biaya kunjungan kerja (kunker) mantan Menpora Imam Nahrawi. Bambang menyebut dana tambahan itu kemudian dibebankan ke anggaran Satlak Prima.

Hal itu disampaikan Bambang saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020). Bambang menyebut permintaan anggaran kunker itu disampaikan oleh asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Mulanya, Bambang menceritakan saat itu pernah dipanggil oleh Sesmenpora Alfitra Salamm.

Bambang menjelaskan kala itu Alfitra bercerita mengenai adanya permintaan Ulum agar Kemenpora menambahkan biaya operasional kunjungan Imam. Alasan Ulum meminta tambahan itu karena uang dinas yang diterima Imam kurang untuk keperluan Imam.

"Saya dipanggil Pak Sesmen Pak Alfitra Salamm beliau sampaikan bahwa barusan Ulum menghadap beliau dalam rangka keperluan kunker terdakwa, karena menurut yang saya tangkap dari Pak Alfitra adalah kurang, sehingga mereka minta tambahan," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan padahal anggaran kunker menteri itu sudah masuk ke dalam daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) Kemenpora yaitu dalam sebulan dianggarkan Rp 100 juta. Biaya kunker itu sudah termasuk dengan biaya tiket, uang dinas, dan juga penginapan.

"Bahwa jadi setiap menteri udah di anggarkan sebulan Rp 100 juta. Nggak hanya terdakwa, tapi yang saya maksud adalah perjalanan menteri, eselon I, pegawai dan lain-lain sudah diatur uang harian itu udah ada dalam DIPA," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3