ASN Diduga Gelapkan Dana Masjid Raya Sumbar, MUI Minta Diusut Tuntas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 13:09 WIB
Ilustrasi suap, ganti rugi
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Inspektorat Provinsi Sumatera Barat Mardi sedang menangani kasus dugaan penggelapan sejumlah dana, salah satunya dana Masjid Raya Sumbar. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kasus dugaan penggelapan dana Masjid Raya Sumbar itu diusut tuntas.

"Namanya dugaan itu harus diusut dengan tuntas, karena apapun yang namanya bentuk penyalahgunaan tidak boleh terjadi apalagi dalam konteks infak dan sedekah," kata Wasekjen MUI Amirsyah Tambunan kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

MUI berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Karena itu, Amirsyah meminta Dewan Masjid Indonesia membuat sistem untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

"Sudah saatnya Dewan Masjid membuat sistem aturan panduan yang komprehensif, sehingga bisa mencegah berbagai bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan, sistim yang saya maksud itu sistem yang bisa menutup celah-celah agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari," ujarnya.

"Diusut tuntas, jika terbukti ada penyalahgunaan ya harus ada tindakan hukum," imbuhnya.

Dilansir Antara, Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Barat Mardi mengatakan sedang menangani oknum ASN Provinsi Sumbar yang diduga melakukan penggelapan.

Dia mengatakan oknum ASN berinisial YRN diduga menggelapkan uang milik negara dan umat bernilai lebih dari Rp1,5 miliar. Rinciannya, Rp 862 juta milik Masjid Raya Sumatera Barat, uang ABPD untuk Biro Bina Mental dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumbar Rp 629 juta, dan uang pajak Rp 56 juta.

Inspektorat Sumatera Barat menyebutkan oknum bendahara Biro Bina Mental dan Kesra Setda setempat, YR, diduga juga menyelewengkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selain infak Masjid Raya Sumbar.

"Dari pemrosesan yang telah kami lakukan diketahui untuk persoalan YR tidak hanya infak jemaah masjid saja, tapi juga dana APBD," kata Kepala Inspektorat Mardi, di Padang, Kamis (20/2).

Selanjutnya
Halaman
1 2