Cerita Dewas KPK Artidjo Hampir Tendang Kursi Pengusaha yang Coba Menyuapnya

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 14:23 WIB
Artidjo Alkostar (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Artidjo Alkostar (Ibnu Hariyanto/detikcom)

Menurutnya, pihak yang berperkara yang mencoba melobinya itu biasanya memang memiliki kedekatan dengan para pegawai di MA. Bahkan, Artidjo mengaku pernah ditawari cek kosong hingga dimintai nomor rekening.

"Tidak mempan sudah tahu saya begitu, saya dikirimi fotokopi cek. Pak Artidjo nomor berapa rekening, Pak Artidjo ini untuk Pak Artidjo, saya bilang dengan pedas saya terhina dengan saudara itu. Jangan dilanjutkan lagi, kalau dilanjutkan urusannya menjadi lain. Saya akan memakai cara-cara, kalau saudara masih memaksakan. Saya ancam," kata Artidjo.

"Saya pernah ditanya (wartawan), Pak Artidjo, sering mau disogok berapa jumlahnya? Satu perkara yang tidak bisa saya sebutkan, orang itu pengacaranya kenal sama saya, karena saya dulu orang LBH. Bilang sama orang MA, tolong saya dipertemukan dengan Artidjo. Tidak bisa bertemu, lalu dia datang ke ponakan saya di Situbondo, bilang lah ke Pak artidjo. Loh tidak ada yang berani, nggak pernah ada orang yang berani berhubungan, takut semua sama Pak Artidjo. Sudah tulis saja cek ini, berapa maunya," lanjutnya.

Artidjo juga mengaku pernah dilobi oleh pihak yang menggunakan seorang pengacara yang dia segani. Namun, Artidjo menegaskan tak akan pernah berhubungan dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara yang ditanganinya.

"Tidak perlu saya sebutkan orangnya, si terdakwa itu sudah akan disediakan penasehat hukum oleh organisasinya Pak Mahfud Md. Tapi dia tidak mau, dia memilih penasihat hukumnya sendiri. Orang itu penasihat hukumnya, orang yangg sangat saya segani. Suatu saat penasihat hukum itu, bilang sama advokat di Jogja, Mas Artidjo, abang ini mau ketemu. Oh nggak bisa, kalau sekarang mohon maaf tidak bisa. Salam takzim saja saya untuknya karena itu melanggar kode etik," tuturnya.

Halaman

(ibh/gbr)