Sempat Diundur, Bupati Mimika Lantik 132 Kepala Kampung Meski Didemo Warga

Saiman - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 10:00 WIB
Warga dari 133 kampung di Timika meminta pelantikan kepala kampung dibatalkan. (Foto: Saiman/detikcom)
Foto: Warga dari 133 kampung di Timika meminta pelantikan kepala kampung dibatalkan. (Foto: Saiman/detikcom)
Mimika -

Pelantikan 132 kepala kampung di Timika, Mimika, Papua, akhirnya dilakukan. Bupati Mimika Eltinus Omaleng tetap melantik ratusan kepala kampung itu meski warga meminta dibatalkan.

Omaleng pun sempat menemui warga yang berunjuk rasa menolak pelantikan. Omaleng menyatakan yang tidak memberikan dukungan kepada pemerintah tidak diberikan jabatan kepala kampung.

"Kalian kemarin (waktu pilkada) ke mana, kalian di mana, dukung siapa," Kata Bupati di hadapan pendemo di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua, Senin (24/2/2020).

Pernyataan Omaleng pun disambut riuh dari pendemo. Adu mulut pun mewarnai aksi tersebut.

132 Kepala Kampung Resmi Dilantik

Bupati Mimika Eltinus Omaleng pun kemudian melantik 132 dari 133 kepala kampung. Satu kepala kampung tak jadi dilantik lantaran walk out.

Usai melantik 132 kepala kampung, Omaleng pun memberikan pesan keras. Dia mengaku masih memiliki dendam politik dan memastikan akan ada evaluasi.

"Saya masih dendam politik, ini belum di dinas-dinas, nanti pelan-pelan ada evaluasi," kata Omaleng.

Omaleng juga minta kepada kepala kampung untuk tak menggunakan dana desa sembarangan. Termasuk menggunakan dana desa untuk membeli amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Jangan pakai uang Desa untuk beli peluru(Amunisi), kalau ada penyelewangan konsekuensinya tanggung sendiri, jangan kawin lagi," kata dia.

Sebelumnya, ratusan warga di Timika, Papua, yang mengaku dari 133 kampung, berunjuk rasa di Gedung Eme Neme Yauware. Mereka meminta pelantikan 133 kepala kampung dibatalkan.

Gedung Eme Neme Yauware merupakan lokasi pelantikan ratusan kepala kampung di Mimika yang terpilih. Para warga yang datang tampak membawa spanduk besar berwarna putih. Spanduk tersebut bertuliskan 'Seluruh Lapisan Masyarakat 133 Kampung Sepakat Stop Pelantikan 24 Februari 2020'.

(mae/jbr)