Habiburokhman Gerindra soal KPK Hentikan 36 Penyelidikan: Jangan Asumtif

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 15:18 WIB
Habiburrokhman di gedung KPK.
Foto: Habiburrokhman di gedung KPK. (Faiq-detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra Habiburokhman meminta publik tidak berasumsi terkait keputusan KPK menghentikan 36 kasus yang sudah masuk tahap penyelidikan. Namun, menurut Habiburokhman KPK juga perlu menjelaskan alasan menghentikan 36 kasus tersebut.

"Jangan kita melihat fakta-fakta hukum itu secara asumtif. Tebang pilihnya seperti apa? Makanya kita perlu data-datanya dari KPK," kata Habiburokhman di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Habiburokhman memastikan akan mendalami kasus apa saja yang dihentikan. Hal itu akan ditanyakan ke KPK dalam rapat yang kemungkinan digelar setelah masa reses.

"Dalam raker terdekat, saya mau kupas itu, 36 apa saja? Apa alasannya (dihentikan)? Kasus apa saja? Jadi, kalau asumsi, ya, susah pak, pasti nggak pernah ketemu. Si a narik ke sisi kiri, si b ke sisi kanan," ucapnya.

Dia juga mengingatkan kepada publik akan hak-hak mereka. Ketua DPP Gerindra itu menuturkan bahwa publik dapat mengajukan praperadilan jika menilai penghentian 36 kasus itu melanggar hukum.

"Kita serahkan juga ke masyarakat, kalau masyarakat merasa ada kejanggalan dalam penghentian penyelidikan ini, kan ada prosedur praperadilan. Masyarakat bisa menggunakan haknya tersebut," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK mengatakan telah menghentikan 36 perkara di tahap penyelidikan. KPK menyebut perkara yang dihentikan itu terkait penyelidikan di kementerian, BUMN, DPRD, hingga DPR.

"Jadi 36 perkara tadi seperti yang disampaikan diawal ini perkara-perkara yang melibatkan ada Kementerian, BUMN, aparat penegak hukum kemudian juga di lembaga-lembaga negara, DPR, DPRD," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Kamis (20/2).

Simak Juga Video "Habiburokhman: Kalau Jadi Menkum HAM, Saya Bisa Kayak Prabowo"

[Gambas:Video 20detik]



(zak/asp)