Istri Aher soal RUU Ketahanan Keluarga: Biasalah Kalau Ada Pro-Kontra

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 18:27 WIB
Wakil Ketua F-PKS DPR Netty Prasetiyani Heryawan
Foto: Azizah/detikcom
Jakarta -

Anggota DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani mengaku tidak masalah jika RUU Ketahanan Keluarga menuai banyak respons di kalangan masyarakat. Istri eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) itu mengatakan setiap kritik masyarakat itu akan dijadikan pertimbangan di pembahasan RUU nanti.

"Pertama bahwa posisi draf RUU ini sebetulnya baru sampai Baleg dalam tahapan harmonisasi, ya kalau dalam tahap harmonisasi itu ya yang dikritisi, dipertanyakan, termasuk boleh jadi nanti nggak perlu karena sudah ada di UU yang lain seperti itu. Cuma memang masyarakat kita biasalah ya ketika ada sebuah isu ya mereka merespon, ya nggak apa sih pro-kontra ini kan pasti akan menjadi sarana melengkapi jika berlanjut," kata Netty yang menjadi salah satu pengusul RUU saat dihubungi, Kamis (20/2/2020).


Dia juga menjelaskan usulan RUU Ketahanan Keluarga itu dibuat untuk kemajuan bangsa. Menurutnya, keluarga itu adalah lembaga sosial paling kecil di masyarakat.


Oleh karena itu, DPR termasuk dia sendiri mengusulkan agar adanya RUU Ketahanan Keluarga ini demi menjadikan setiap keluarga di Indonesia berkulaitas dan kuat menghadapi segala tantangan. Netty yakin dengan adanya RUU ini bisa mewujudkan hal tersebut.

"Nah oleh karena itu kita sebagai pengusul berharap dengan lahirnya regulasi ini, negara dapat memberikan akses dan kesempatan pada semua jenis keluarga untuk tumbuh kembang membangun keluarganya, keluarga yang berkualitas dan tangguh menghadapi tantangan dan ujian setiap keluarga," katanya.

"Tidak semua yang keluarga ideal, sebagiannya menghadapi krisis dan berada pada situasi kerentanan semisalnya anak yang terlahir tidak memiliki ibu, kenapa? Karena angka kematian ibu di Indonesia masih 305 per 100.000 kelahiran data dari survei penduduk antar sensus," imbuhnya.

Simak Video "RUU Ketahanan Keluarga Dinilai Atur Privasi, MPR: Nanti Diproporsionalkan"