Komisi X Harap Anies Penuhi Panggilan ke DPR Jelaskan soal Revitalisasi TIM

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 06:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Komisi X DPR RI akan memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pekan depan. Komisi X akan meminta keterangan Anies terkait revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

"Tadi saya sudah tanda-tangani surat yang kami layangkan untuk memanggil Gubernur, Mas Anies, Ketua DPRD DKI, dan Direktur JakPro. Kami cantumkan dalam undangan kami, pemanggilan kami tanggal 27 Februari ini," ujar Ketua Komisi X Syaiful Huda kepada wartawan, Rabu (19/2/2020).

Syaiful mengatakan, ada tiga hal yang akan ditanyakan Komisi X kepada Anies terkait revitalisasi itu. Salah satunya, yaitu mengenai teknis dan prosedur revitalisasi.

"Satu, terkait dengan teknis proseduralnya, karena ini kan termasuk yang ditentang oleh teman-teman seniman dan budayawan di situ," kata Syaiful.

Syaiful menuturkan masyarakat juga perlu mengetahui alasan Pemprov DKI Jakarta melibatkan BUMD pada pembangunan itu. Syaful melihat adanya peluang investasi pada proyek tersebut.

Ketua Komisi X DPR Syaiful HudaKetua Komisi X DPR Syaiful Huda Foto: Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. (Azizah-detikcom)

"Yang kedua terkait dengan skema pembangunan revitalisasi. Di mata saya, cacat etis karena melibatkan BUMD yang sifatnya komersil dan di situlah lalu kenapa ada rencana bangun hotel dan seterusnya. Karena diserahkan ke BUMD konteksnya investasi, semangatya investasi, ya pasti dia kan mencari skema untuk investasinya kembali. Bahkan meraut keuntungan dari situ," sebutnya.

Lebih lanjut, Syaiful mempertanyakan pengelolaan TIM yang akan diberikan ke Jakarta Propertindo (JakPro). Syaful menilai TIM seharusnya dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

"Ketiga, saya penasaran betul memberikan hak pengelolaan TIM kepada JakPro 28 tahun, yang selama ini diserahkan ke Dewan Kesenian Jakarta. Saya tidak ingin seniman ini terasing di dalam komunitas dan tempatnya sendiri. Ada kasus menjadi cermin kita semua," sebut dia.

Tonton juga video Ditutup karena Isu Narkoba, Pihak Black Owl Yakin Anies Objektif:

Selanjutnya
Halaman
1 2