Ini H Podda, Nasabah Segel Bank Mandiri Sidrap karena Duit Rp 2 M Raib

Hasrul Nawir - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 10:51 WIB
Haji Podda (Hasrul Nawir/detikcom)
Haji Podda (Hasrul Nawir/detikcom)
Sidrap -

Haji Podda menjadi perbincangan beberapa hari terakhir. Nama Podda mencuat karena mengaku uang Rp 2 miliar istrinya yang disimpan di Bank Mandiri hilang.

Membawa ratusan orang, Podda menduduki kantor unit Bank Mandiri di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Senin (17/2) Subuh. Menuntut uangnya dikembalikan, massa yang dibawa menginap di sana.

Ditemui di lokasi, Podda tampak mengenakan celana sebatas lutut dan kaus kecokelatan. Sosok Podda nyatanya memang dikenal di Sidrap.

Siapa sebenarnya Podda, yang sanggup mengerahkan ratusan orang? Apa bisnisnya dan bagaimana kesehariannya?

Nama Podda sempat mencuat saat penggerebekan judi sabung ayam beromzet miliaran rupiah oleh Tim Intelkam Polda Sulsel, 3 Mei 2015.

Namanya disebut sebagai pemilik arena sabung ayam yang dijuluki 'Las Vegasnya Sulsel' itu. Namun kasus tersebut seolah menghilang ditelan bumi.

Di Kabupaten Sidrap, Podda memang dikenal sebagai salah satu warga yang memiliki kekayaan berlimpah. Saat ini pria yang tidak tamat SD tersebut menggeluti beberapa bisnis.

Dari penelusuran detikcom, Podda diketahui memiliki perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi serta developer. Tidak hanya itu, Podda juga menggeluti usaha peternakan ayam petelur dan memiliki ratusan hektare sawah.

Podda dikenal sebagai orang yang murah senyum dan sering membantu jika ada yang membutuhkan pertolongan.

Tarik Massa dari Bank Mandiri

Massa pendukung Podda sempat dua hari menduduki kantor Bank Mandiri di Sidrap. Pada Selasa (18/2) kemarin, massa sudah tidak terlihat lagi di lokasi.

Podda dikabarkan sudah bertemu dengan pihak Bank Mandiri untuk membahas soal kehilangan uang Rp 2 miliar tersebut. Sejak pertemuan tersebut, Podda lebih tertutup. Beberapa kali panggilan yang dilayangkan detikcom ke nomor pribadinya tidak terjawab.

Ini H Podda, Nasabah Segel Bank Mandiri Sidrap karena Duit Rp 2 M RaibSejumlah warga menduduki kantor Bank Mandiri Sidrap. Mereka meminta uang nasabah yang hilang dikembalikan (Hasrul Nawir/detikcom)

Pihak Bank Mandiri sempat berencana melaporkan ke polisi atas pendudukan paksa Podda bersama massa yang dibawanya. Akibat pendudukan paksa tersebut, kantor cabang di Sidrap sempat ditutup sejak Senin (17/2). Dia mengatakan kantor tersebut pun masih tutup hingga hari ini.

Misteri Uang Hilang

Podda mengatakan uang di rekening istrinya hilang. Ada 38 transaksi di rekening istri H Podda. Masing-masing transaksi itu adalah penarikan duit sejumlah Rp 50 juta. Dokumen penarikan ini dipegang oleh H Podda.

"Saya hanya ingin hak saya kembali. Saya sudah dipanggil sama pihak Bank Mandiri di Parepare. Saya harap ini sudah ada penyelesaian," ujarnya.

Podda menyebut oknum Bank Mandiri membuat kartu debit duplikat kartu istrinya. Dalam kasus ini ada dua pelaku, oknum pegawai asuransi bernama Rosni dan rekannya oknum pegawai Bank Mandiri.

"Rosni sendiri mengaku ke saya bahwa memang dia yang membuat kartu debit sendiri dan bekerja sama dengan kepala cabang bernama Abdul Rahman dan mencairkan uang saya. Sampai sekarang rekamannya masih saya simpan," kata H Podda kepada wartawan, Selasa (18/2).

Dalam perbincangan dengan detikcom, Podda juga sempat menjelaskan sosok Rosni yang terkait dengan raibnya uang milik pengusaha tersebut.

"Rosni itu sudah saya anggap keluarga. Setiap (saya) transaksi dengan Bank Mandiri, dia yang saya percaya, bahkan saat meminta tolong ke saya untuk mentransfer dana ke rekening istri saya sebesar Rp 2 miliar dengan alasan kejar target saya juga sanggupi," kata Podda.

Sebelumnya, Bank Mandiri menyatakan transaksi penarikan di rekening istri H Podda wajar. Penarikan menggunakan kartu debit yang dipegang pemilik rekening.

"Semua sudah dibuktikan oleh Bank, perselisihan bahwa penarikan dilakukan secara wajar, dan menggunakan instrumen-instrumen yang dimiliki nasabah, kartu debitnya dan ATM-nya, itu kuasa nasabah," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas kepada detikcom, Selasa (18/2).

(jbr/jbr)