Cs 137 Diduga Cemari Batan Indah, Sama Seperti Unsur Nuklir Chernobyl

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 09:21 WIB
Kota Hantu Peninggalan Tragedi Nuklir Chernobyl
Foto ilustrasi suasana Chernobyl, Ukraina (GettyImages)

Cs 137 juga menyebar saat reaktor nuklir Chernobyl mengalami kecealakaan tahun 1986. Dilansir situs Batan, Cs 137 lepas ke lingkungan setelah kecelakaan Chernobyl, menyebar ke wilayah yang cukup luas, termasuk ke negara-negara di Eropa.

Waktu paruh fisiknya adalah 30 tahun. Oleh karena itu, zat tersebut dapat ditemukan untuk waktu yang cukup lama di alam ini. Sebenarnya, sesium sudah ada di alam ini, juga sebelum terjadi kecelakaan, karena hampir setengah dari sesium yang lepas di atmosfer akibat uji senjata nuklir yang dilakukan pada tahun 1960-an masih tetap ada.

Namun, efektivitas waktu paro sesium dalam tubuh hanya 100 hari. Efektivitas waktu paruh menunjukan waktu selama separuh aktivitas sesium yang diterima tubuh dibuang. Keefektifan waktu paruh ditentukan oleh pengaruh campuran dari waktu paruh fisik dan jumlah buang air besar.

Namun, ada zat langka tertentu, yang metabolisme atau sifatnya dalam tubuh spesifik sehingga zat-zat tersebut dapat mencapai organ tertentu dan tetap berada di dalam organ tersebut. Dalam hal ini, berkurangnya tingkat aktivitas dalam tubuh tergantung pada waktu paruh fisik dari zat tersebut.

Tak hanya menyebar akibat bencana Chernobyl tahun '80-an, Cs 137 juga mencemari lingkungan akibat bencana nuklir Fukushima saat gempa dan tsunami Jepang 11 Maret 2011. Dilansir LiveScience, Cs 137 akibat bencana Fukushima masih tergolong rendah.

"Unsur ini memang umum di ketenaganukiran, di Chernobyl maupun Fukushima ada," kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan, kepada wartawan, Sabtu (15/2/2020).

Cs 137 bereaksi dengan air menghasilkan senyawa yang larut dalam air (cesium hidroksida). Setelah memasuki tubuh, Cesium akan terdistribusi ke seluruh tubuh, dengan konsentrasi lebih tinggi dalam jaringan otot dan lebih rendah dalam tulang. Apabila air yang terkontaminasi tersebut terminum maka dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh sehingga menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

Halaman

(dnu/dnu)