Round-Up

Untung Rugi PAN di Antara Oposisi Koalisi

Tim - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 06:21 WIB
Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali menjadi Ketua Umum PAN. Zulhas mengungguli kandidat lain yaitu Mulfachri dan Dradjad.
Foto: Zulhas usai terpilih lagi menjadi Ketum PAN (Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Zulkifli Hasan (Zulhas) kembali terpilih menjadi Ketum PAN untuk kedua kalinya. Zulhas lantas melempar sinyal soal merapatnya PAN ke dalam koalisi pemerintah. Namun, ada perhitungan untung rugi sebelum PAN menentukan arah langkahnya.

Mulanya, sinyal merapatnya PAN ke koalisi pemerintah itu disampaikan oleh Zulhas dalam pidato penutupan Kongres V PAN. Zulhas menyebut PAN rugi bila mengusung tagline oposisi yang lebih dulu dipakai oleh PKS.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu temen kita partai itu akan sangat merugikan kita," kata Zulhas dalam sambutannya menutup Kongres PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2).

"Oleh karena itu, kita mesti menentukan positioning kita kemudian. Dengan siapa kita mesti berteman. Paling tidak kita tidak bermusuhan dengan banyak orang," sambung Zul.

Sinyal-sinyal yang dilontarkan oleh Zulhas sudah lama diketahui oleh politikus senior PAN, Drajad Wibowo. Drajad adalah rival Zulhas, Mulfachri Harahap, dan juga Asman Abnur yang belakangan mundur sebelum pemungutan suara. Namun, Dradjad kalah di proses perhitungan suara, dia hanya mendapat suara 6 suara.

"Sikap politik bang Zul terkait posisi PAN dengan pemerintah sudah diketahui semua kader PAN sejak lama. Hal ini juga sudah berkali-kali disampaikannya kepada para pemegang hak suara di Kongres," ujar Dradjad kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Simak juga video Pengakuan Zulhas Jadi Menteri Kehutanan Tanpa Pendidikan Sejurusan:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3