Belum Ada Antivenom di RI, Ini 4 Kisah Korban Tewas Ular Welang-weling

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 12:34 WIB
Perkenalkan, Saya Ular Weling! (Infografis detikcom)
Foto: Ilustrasi ular weling (Infografis detikcom)
Jakarta -

Ular welang-weling kembali memakan korban nyawa di Indonesia. Korban tewas terus berjatuhan akibat gigitan ular yang antivenomnya ini belum ada di Indonesia.

Kasus terbaru, seorang balita bernama Adila (4) meninggal dunia akibat gigitan ular weling di Cirebon. Sebelum meninggal, Adila sempat dirawat di RSD Gunung Jati pada Sabtu (8/2) dan mengalami kondisi koma.

Ular weling dikenal dengan nama latin Bungarus candidus. Ular weling ternyata masuk ranking 4 ular dengan bisa paling beracun di dunia. Kasus gigitan Ular Weling di Indonesia banyak yang berakhir dengan kematian.

Sementara itu, peneliti herpetologi LIPI, Amir Hamidy, mengatakan ular welang itu ada hampir di seluruh Jawa. Gigitan ular weling akan menyerang saraf pernafasan sehingga orang yang digigit bakal mengalami gagal nafas hingga tewas. Efek mematikan bisa ular tersebut sangat cepat. "Sesak nafas, gagal nafas, biasanya meninggal di situ. Ini karena dia neurotoksin itu sangat cepat dia. Penanganan harus sangat cepat. Beda dengan hemotoksin atau yang nyerang darah. Kalau neurotoksin ini hitungan menit atau jam itu sangat berarti sekali dalam konteks penanganan," ujarnya.

Pakar penanganan gigitan hewan berbisa (toksinolog) sekaligus penasihat temporer WHO untuk gigitan ular, dr Tri Maharani, menyebut Indonesia ternyata tak punya antivenom (antibisa) ular weling. Untuk mewaspadai ular weling. Peneliti Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Evy Ayu Arida menyarankan agar masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tujuannya, agar tidak memelihara tempat-tempat yang menarik perhatian bagi ular.

Di tengah kondisi Indonesia yang belum memiliki antivenom ular weling, korban terus saja berjatuhan. detikcom pada Kamis (13/2/2020) merangkum kembali kasus korban meninggal akibat gigitan ular berwarna belang ini:


1. Cianjur

Seorang warga cianjur, Maksum dipatuk ular sewaktu tertidur di kamar rumahnya pada Sabtu (17/2/2018) siang. Reaksi bisa ular itu membuat nyawa Maksum tak tertolong. Ia meninggal pada sore hari.

Ular belang hitam-putih itu mematuk bagian kaki lelaki tersebut. Ular diduga masuk dari lubang lantai rumahnya yang tidak memakai plester.

Setahun berlalu, peristiwa serupa terulang. Kali ini Nuryani, istri Maksum, terkena patukan ular welang di jari manis, Jumat (11/10/2019) malam. Sewaktu kejadian itu, Nuryani baru selesai salat malam di dalam rumah. Ibu empat anak itu sempat mengalami sesak napas dan kehilangan penglihatannya.

"Wajahnya lebam, beberapa kali almarhumah bilang pandangannya buram. Sempat kita periksakan ke puskesmas, lalu diberi obat. Sayangnya obat hanya sampai tenggorokan, keluar lagi," ujar Abah Onih.

Pada Sabtu (12/10/2019) pagi, Nuryani diketahui sudah tak bernapas. Warga kemudian memeriksa rumah Nuryani. Sejumlah warga mendapati lubang-lubang kecil di lantai plesteran rumah. Ular itu diduga masuk melalui lubang lantai. Warga menduga, ular berkulit belang hitam dan putih yang dikenal dengan sebutan ular welang itu masuk lewat lubang lantai rumah. Panji Petualang bahkan ikut Panji menyisir sekitar rumah korban yang meninggal akibat gigitan ular berbisa tersebut dan memburu ular mematikan itu.

Video Mangsa Ternak Warga, Ular Piton 3 Meter Ditangkap! :

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3