5 Pria di Padang Sidempuan Ditangkap Saat Nyabu, 1 Oknum Polisi Terlibat

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 18:42 WIB
Lima pria di Padang Sidempuan, Sumut, ditangkap terkait kasus sabu. Satu di antaranya oknum polisi (dok. Istimewa)
Lima pria di Padang Sidempuan, Sumut, ditangkap terkait kasus sabu. Satu di antaranya oknum polisi (dok. Istimewa)
Medan -

Polisi menangkap lima orang pria di Padang Sidempuan, Sumatera Utara (Sumut), terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Salah satu yang ditangkap ialah oknum polisi berpangkat briptu.

"Iya betul. Oknum anggota Polres Tapsel (Tapanuli Selatan) yang ditangkap. Mereka saat digerebek sedang memakai. Rumah itu diduga rumah salah seorang bandar," kata Kapolres Padang Sidempuan, AKBP Hilman Wijaya dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (11/2/2020).

Penangkapan tindak pidana penyalahgunaan narkoba itu terjadi pada Senin (10/2) sekitar pukul 18.00 WIB di belakang Pasar Inpres Sadabuan, Kelurahan Panyanggar, Kecamatan Padang Sidempuan Utara setelah adanya laporan dari warga setempat.

Setelah itu petugas langsung ke TKP melakukan penyelidikan. Sesampai di lokasi, petugas melihat ada seorang pria keluar dari sebuah rumah kontrakan.

"Selanjutnya petugas mengamankan pria tersebut. Saat digeledah, pada pria itu ditemukan satu paket kecil sabu," sebut Hilman.

Sesudah itu, petugas melanjutkan penggerebekan di dalam kontrakan. Petugas mengamankan empat pria lainnya bersama satu paket sedang sabu. Setelah itu, kelimanya langsung diamankan ke Mapolres Padang Sidempuan.

Kelima tersangka itu yakni oknum polisi berinisial Briptu DS (27), kemudian NR (40), AP (24), RL (37) dan WA (33). Mereka semuanya warga Padang Sidempuan.

Dari tersangka RL, petugas menyita barang bukti sabu seberat 1,46 gram. Kemudian sabu seberat 0,41 gram diamankan dari tersangka WA.

Petugas juga mengamankan dua buah kaca pipet berisi sabu milik Briptu DS, AP dan NR. Selain itu, juga menyita 5 alat isap sabu, 1 unit timbangan elektrik milik tersangka RL.

"Mereka ada yang sebagai pemakai dan pengedar. Semua akan diproses pidana," ujar Hilman.

Akibat perbuatannya, mereka akan dijerat Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika.

(jbr/jbr)