Ternyata Ada yang Berbeda dari Pemanggilan Saksi di KPK

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 11:13 WIB
Presiden Jokowi meresmikan Gedung Baru KPK. Peresmian Gedung Baru KPK ini disebut sebagai semangat baru pemberantasan korupsi. Hadir pula Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada acara ini. Selain itu ada Mnteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Kapolri, Ketua MA, serta Jaksa Agung. Agung Pambudhy/detikcom.
Dokumentasi KPK (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Di bawah kepemimpinan Firli Bahuri cs, KPK sedikit berbeda setidaknya untuk pemeriksaan saksi maupun tersangka. Seperti apa bedanya?

Sepekan terakhir terlihat jadwal pemeriksaan terhadap saksi yang dicantumkan KPK tidak seperti biasanya. Dalam jadwal itu biasanya tercantum nama, kapasitas, serta kasus yang berkaitan.

Setidaknya pada Rabu, 5 Februari 2020, tercantum identitas saksi dalam jadwal pemeriksaan di KPK yang agak berbeda. Saat itu ada 2 identitas yang disebutkan yaitu Direktur Utama PT Astra Internasional Tbk Isuzu (atau staf yang ditunjuk) dan Direktur Utama PT Hamada Daya Teknindo (atau staf yang ditunjuk).

Hal yang sama terjadi pada Kamis, 6 Februari 2020 dan hari ini Jumat, 7 Februari 2020. Untuk Kamis (6/2), ada 2 identitas yaitu Direktur Utama PT Jawara Kreasi Cemerlang (atau staf yang ditunjuk) dan Direktur Utama PT Equipindo Perkasa (atau staf yang ditunjuk). Untuk hari ini pun ada 2 identitas yaitu Direktur Utama PT Honindo Utama Semesta (atau staf yang ditunjuk) dan Direktur PT Jaya Mimika Lestari (atau staf yang ditunjuk).

Keterangan yang tidak biasa itu adalah penambahan (atau staf yang ditunjuk) yang sebelumnya tidak pernah ada dalam jadwal pemeriksaan saksi di KPK. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri sempat memberi penjelasan mengenai perbedaan itu pada Rabu, 5 Februari 2020.

"Jadi begini, pemanggilan karena kemarin diinfokan dari Dirut Astra atau menunjuk stafnya, jadi kami KPK meminta bantuan kepada Dirut Astra International Isuzu terkait dengan menunjuk salah satu stafnya untuk dihadapkan penyidik terkait dengan pembelian dan pembayaran sejumlah subkontrak Waskita Divisi 2 yang sedang dilakukan KPK," kata Ali.

Simak Video "Alasan Ada Acara, Zulhas Kembali Mangkir dari Panggilan KPK"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3